KANALNEWS.co, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi berharap para penggemar tim nasional Indonesia diberikan akses lebih mudah untuk mendapatkan tiket leg pertama babak semifinal Piala AFF 2016 antara Indonesia melawan Vietnam pada laga yang akan berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor pada Sabtu (1/12) malam.
“Mekanisme penjualan tiket jangan dianggap remeh karena dapat menimbulkan persoalan. Ini menyangkut nasib penggemar yang ingin mendukung timnas nantinya,” kata Menpora dalam rilisnya yang diterima kepada Kanalnews.co, Rabu (30/11/2016) petang.
PSSI sebelumnya menunjuk Kiostik sebuah situs online untuk menjual laga timnas mulai hari ini (30/11). Namun, ternyata untuk mengakses situs itu tidak mudah dan beberapa keluhan disampaikan para pemburu tiket terkait penjualan tiket tersebut hingga mekanisme penukaran tiket yang dianggap menyulitkan dan tiket pertandingan itu baru bisa didapatkan H-1 dengan menukarkan bukti pembayaran ke loket di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta.
Menpora merujuk pada persoalan tiket semifinal AFF 2016 bukan cerita baru, pasalnya pada tiap kali laga timnas masuk babak-babak krusial, tiket selalu menjadi persoalan mulai dari Piala AFF 2010, SEA Games 2011, hingga AFF U-19 pada 2014. Selain sulitnya akses mendapatkan tiket, harganya juga sangat mahal.
“Jika semua harga tiket dari semua kelas di rata-rata, tiket semifinal AFF 2016 di Indonesia adalah yang termahal dibandingkan harga yang dipatok di negara lain sebut saja Thailand, Vietnam, Myanmar,” tegas Menpora.
Menpora berharap persoalan tiket ini jangan dianggap remeh dan harus belajar dari pengalaman sebelumnya. Apalagi, sudah ada korban jiwa pada SEA Games 2011 di GBK. Karena itu, PSSI tidak boleh sembarangan menentukan harga tiket dan menentukan vendor penjualan tiket. Tiket dijual online, lanjut Menpora, itu baik. Tapi harus dipertimbangkan benar kesiapan vendor. Jika hari ini saja sudah banyak keluhan soal akses tiket, bagaimana nanti saat mekanisme penukaran.
“Prinsip dasarnya jelas, masyarakat harus dimudahkan akses mendapatkan tiket. Pastikan tidak ada oknum PSSI yang bermain-main dalam distribusi tiket. Jangan sampai masyarakat bersusah payah mencari tiket, malah ada oknum dengan seenaknya menjual tiket dari pintu belakang,” ujar Imam.
“Begitu juga soal harga. Tidak ada keberatan dengan pentingnya mempertimbangkan keuntangan, tapi harus wajar. Ini peristiwa kebangsaan, ini soal tim nasional yang mewakili nama Indonesia, bukan konser musik yang sepenuhnya komersial. Jadi penting sekali untuk tidak semata mengejar laba, melainkan mempertimbangkan juga akses publik,” tambah Imam.
Tak lupa Menpora juga mendoakan agar Timnas Indonesia bisa meraih hasil maksimal dan dapat tampil pada partai puncak dan nantinya pendistribusian tiket juga akan lebih baik lagi. “Jika masuk final, saya berharap manajemen tiket pun menjadi lebih baik,” harapnya. (Herwan)






































