KANALNEWS.co, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mendukung langkah mantan juara dunia tinju kelas bulu WBA, Chris John yang akan menggelar kompetisi tinju nasional ‘Indonesia Boxing Championship’.

Langkah The Dragon julukan Chris John menggelar IBC dalam bentuk Reality Show dan yang ditayangkan oleh salah TV Swasta mulai 2 September mendatang bermaksud untuk mencari juara dunia baru mengikuti jejak pria asal Semarang itu menjadi juara dunia kelas bulu 57,5 kg pada eranya dan semuanya berawal dari bawah.

“Untuk menjadi juara tinju dunia perlu proses yang panjang. Nah proses ini yang akan di mulai oleh Chris John dengan melakukan pertandingan yang luar biasa ini. Pemerintah berharap melalui kompetisi ini tinju nasional akan bangkit kembali, bersemangat lagi,” kata Imam Nahrawi kepada wartawan di kantor Kemenpora, jalan Gerbang Pemuda Senayan Jakarta, Rabu (31/8/2016) malam.

Menpora menyatakan pemerintah ingin tinju Indonesia kembali menjadi salah satu cabang olahraga yang nantinya mampu bersaing dengan petinju hebat dunia lainnya pada gelaran Olimpiade Tokyo 2020 mendatang, dan Ia juga berharap IBC akan menginspirasi petinju petinju tanah air untuk berprestasi lebih baik lagi.

“Itu artinya mulai hari ini kita lakukan proses yang begitu panjang tapi kita harus sabar dan tidak boleh kita bekerja sendiri kita harus saling membantu saling support,” jelas Menpora.

Imam juga menyoroti petinju wanita, yang menurutnya punya potensi meraih prestasi tinggi dan kedepannya. Ia berharap tinju nasional kembali bangkit mulai dari kampung-kampung dan desa-desa untuk kembali melahirkan juara dunia yang pernah ditorehkan oleh Chris John, Daud Jordan, Elyas Pical dan lainnya.

“Saya yakin kedepan akan banyak lahir juara juara dunia baru yang akan melanjutkan prestasi Chris John, Daud Jordan dan lain sebagainya di kancah dunia,” katanya.

Selaku Promotor petandingan, Chris John yang mampu mempertahankan gelar juara dunia sebanyak 18 kali itu menjelaskan IBC yang di gelarnya melibatkan petinju dari berbagai kalangan dan tak terbatas usia. Peserta termuda berusia 17 tahun dan tertua 40 tahun. Setiap pertandingan berlangsung 5 ronde dan setiap rondenya petinju mendapatkan bayaran Rp500 ribu.

“Peserta kita kombinasikan dan tidak terbatas usia. Kita jaring yang terbaik,” katanya menjelaskan

Ia menjelaskan, dalam gelaran IBC pihaknya juga menggandeng Komisi Tinju Profesional Indonesia (KTPI) untuk ajang pencarian petinju berbakat. Sebanyak 16 petinju dari berbagai dearah di Tanah Air akan bersaing untuk menjadi juara dalam ajang ini. (Herwan)