KANALNEWS.co, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi berharap siapapun Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan Komite Eksekutif Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang nantinya terpilih dalam Kongres PSSI di Hotel Mercure Ancol Jakarta pada Kamis, 10 November 2016 dapat konsisten menjalankan dan mengawal regulasi cabang olahraga paling populer di Indonesia ini.
Hal itu diungkapkan oleh Menpora usai bermain bulutangkis bersama pasangan ganda campuran peraih medali emas olimpiade Brasil Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir dan peraih emas tunggal Putra Olimpiade Athena Taufik Hidayat di Gedung Olahraga Bulutangksis Kemenpora Rabu (9/11) malam.
“Siapapun yang terpilih sebagai ketua umum, wakil ketua umum, dan komite eksekutif harus melakukan perubahan besar dalam konteks regulasi sekaligus mengawal konsistensi pelaksanaan regulasi itu,” kata Menpora.
Menpora yang berpasangan dengan Tontowi Ahmad terlihat begitu menikmati permainan saat melawan Taufik Hidayat/Liliyana Natsir dalam pertarungan tiga set. Menpora/Tontowi Ahmad kalah disete pertama dengan skor 14-21. Namun keduanya mampu menyamakan skor 1-1 setelah memenangi set kedua dengan skor, 23-21. Namun pada set ketiga pasangan Taufik Hidayat/Lilyana Natsir yang bermain taktis menang dengan skor 21-17.
Imam juga berharap kongres yang diikuti oleh 107 pemilik suara (Votter) ini ini akan menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan proses pemilihan yang selektif, terbuka, dan jujur demi masa depan sepak bola Indonesia dan semangat yang muncul adalah semangat perubahaan dan tidak boleh setengah-setengah.
“Berikutnya, pembagian tugas antara pembuat aturan, federasi, dan operator harus betul-betul jelas. Bagaimana sanksi itu benar-benar diterapkan secara konsekuen ketika ada pemangku kepentingan sepak bola yang melanggar,” kata Menpora lebih lanjut.
Menpora juga berpesan, PSSI kedepannya harus konsisten untuk memberantas pengaturan skor yang ada dalam pertandingan-pertandingan sepak bola di Indonesia, pun demikian juga halnya dengan melibatkan suporter yang merupakan salah satu tulang punggung ekonomi klub untuk meraih penghasilan yang sekaligus menghilangkan stigma pendukung setia itu kerap kali menjadi duri dalam daging bagi klub dan federasi.
“Pemberian saham 10 persen. Menurut saya sesuatu yang sangat mudah untuk menjadi pilihan melibatkan suporter sehingga mereka dapat dibina,” ujarnya.
Menurut Menpora dengan pemberian saham kepada suporter adalah salah satu solusi pelibatan dan pembinaan pendukung sepak bola oleh klub yang akan mengurangi kerusuhan dan konflik antar-suporter yang menimbulkan korban.
“Saya berharap kasus kemarin ketika ada Jakmania yang meninggal itu menjadi kejadian terakhir perang antarsuporter. Hal itu harus menjadi perhatian PSSI bersama klub. Ketika ada sanksi, klub juga mendapatkan sanki dan bukan hanya para suporternya. Sanksi itu juga harus ditegakkan oleh federasi,” ujar Menpora.
Kongres yang akan memilih Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan 12 Anggota Komite Eksekutif akan menjadi agenda ke-17 dari 19 agenda dalam Kongres PSSI di Jakarta. Sebelumunya Sekjen PSSI Azwan Karim menegaskan, proses pemilihan akan bersifat terbuka dan bisa dipantau oleh semua pihak termasuk media.
“Kami ingin banyak pihak memantau proses pemilihan ini. Jadi semuanya termasuk media bisa mengkontrol secara langsung sistem pemilihannya,” kata Azwan Karim di Jakarta, Rabu (9/11. (Herwan)


































