KANALNEWS.co, Jakarta – Masa depan pebalap kebanggaan Indonesia Rio Haryanto mengalami masa kritis pada pekan ini setelah kepastian untuk tampil di balapan Formula-1 masih terkendala pembiyaan dari sponsor dan harapan putra terbaik Indonesia itu untuk bisa tampil di arena balapan paling bergengsi di dunia tersebut bisa terganjal.
Manor Grand Prix Racing Ltd, tim balapan tempat Rio bernaung mewajibkan pebalap asal Solo itu mewajibkan menyetor dana sebesar 15 juta euro atau senilai Rp225 miliar itu harus disetor dengan cara mecicil dua kali untuk tampil di International FIA Formula One (F-1) World Championship 2016.
Pada pekan ini menjadi batas akhir pebalap 23 tahun itu diharuskan menyetorkan uang tersebut.
“Yang termin pertama kan sudah lewat. Tapi belum dibayarkan juga. Kalau melihat (kontraknya), ya Jumat (29/1) nanti mestinya (sudah harus disetorkan),” ujar Manejer Rio, Indah Pennywati saat ditemui di Kemenpora, Jakarta, Rabu (27/1/2016).
Indah yang juga Ibu kandung Rio dan sekaligus, Manejer Kiky Sport, tim balapan tempat Rio berkarier di Indonesia menjelaskan memang sudah ada komitmen dari PT Pertamina dan Perusahaan minyak negara itu bersedia menanggung biaya sebesar Rp78 miliar.
“Dana tersebut, bukan cuma tak cukup. Tapi urung turun lantaran satu hal. Perusahaan minyak dan gas plat merah itu, ‘enggan’ mentransfer dana tersebut karena belum ada jaminan dari sponsor lain penanggung uang sisa kebutuhan Rio,” jelasnya.
Dalam klausul kontrak dengan Manor, transfer yang tak utuh membuat jumlah dana awal bakal hangus dan sebenarnya hal itu telah dijelaskan tim Rio hanya perlu membayar uang muka.
Namun uang panjar itupun tak ada. Karena gagal memberikan persekot awal ke Manor, kondisi itu akan menambah beban pembayaran yang lebih besar untuk pekan ini.
Sebelumnya pada akhir pekan lalu sudah ada kontrak baru antara Kiky Sport dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Isinya, tentang komitmen KONI untuk menggelontorkan dana bantuan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebesar Rp100 miliar.
Setali tiga unang, dana bantuan tersebut belum juga cair hingga saat ini.
“Jujur saja, awalnya kekecewaan itu ada. Tapi kami (Menejemen Rio) juga memakluminya. Karena ini uangnya kan dari pemerintah. Ada aturannya. Kami akan berusaha tetap mencari jalan keluar agar putranya itu tetap punya kesempatan bisa mengharumkan nama Indonesia di arena balapan F-1,” tukas Indah. (Herwan)






































