KANALNEWS.co, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga era Presiden Suharto DR Abdul Gafur pada Jumat (26/5/2017) petang mengunjungi Museum Olahraga Nasional yang terletak di dalam kawasan Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta Timur.
“Kunjungan pak Abdul Gafur ini dalam rangka silaturhami serta melihat perkembangan Museum Olahraga,” jelas Kepala Museum Olahraga Nasional Herman Chaniago usai menemani Gafur bekeliling Museum.
Abdul Gafur yang menjabat sebagai Menteri Muda Urusan Pemuda Kabinet Pembangunan III (1978-1983) dan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (1983-1988) ini adalah salah satu pencetus berdirinya Museum yang menyimpan jejak rekam sejarah olahraga di Indonesia. Pada saat itu Gafur beranggapan atlet yang telah mengharumkan nama bangsa di berbagai ajang event olahraga baik single event maupun multi event baik nasional, regional maupun internasional perlu suatu tempat untuk diabadikan sejarah dan perjuangannya.
Tak hanya sejarah atlet, atas restu dari Presiden Soeharto bangunan museum tiga lantai dengan luas 3.000 m2 di atas tanah 1,5 hektare yang diresmikan pada 20 April 1989 itu kini menyimpan dan memamerkan sejarah olahraga di Indonesia mulai dari Pekan Olahraga Nasional pertama, kemudian koleksi-koleksi atlet serta berbagai event olahraga lainnya. Museum ini bertujuan memberikan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya olah raga bagi kesehatan badan.
Herman menambahkan, selain bernostalgia, kedatangan Menpora yang menjabat selama dua periode itu juga untuk membicarakan tentang rencana Relokasi dan Modernisasi Museum Olahraga Nasional ke kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan.
“Berbagai masukan dari beliau tentang rencana relokasi dan modernisasi muesum sangat berharga sekali,” jelas Herman lebih lanjut.
Menurut Herman, Museum Olahraga kekinian yang berada di kompleks GBK akan memiliki nilai historis tinggi dengan menyajikan benda bersejarah para atlet dari berbagai cabang olahraga yang mampu menorehkan prestasi mulai dari juara Asia, peraih medali Asian Games, juara dunia dan peraih medali olimpiade.
“Dengan tata pamer yang didukung teknologi kekinian museum olahraga yang selama ini kurang dikenal masyarakat luas, akan “naik kelas” menjadi salah satu tujuan wisata sejarah yang merupakan titik perhatian utama masyarakat, pelajar dan penggiat olahraga di Indonesia setelah menempati lokasi baru di GBK nantinya,” demikian Herman.
Museum olahraga nantinya akan menempati lahan 5.500 meter persegi, mulai dari patung Arjuna hingga pintu merah stadion GBK.





































