KANALNEWS.co, Malang – CEO Arema Cronus Indonesia, Malang Jawa Timur Iwan Budianto, mengaku prihatin dengan penghentian sementara kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia Qatar National Bank League (QNB League).
“Penghentian sementara kompetisi tentu berimbas pada kondisi pemain, baik fisik maupun mentalnya, bahkan secara finansial karena rata-rata para pemain menggantungkan nasibnya dari bermain bola,” kata Iwan di Malang, Rabu (29/4/2015).
Ia menyatakan, jika tidak ada pertandingan otomatis pemain tidak akan mendapatkan uang pertandingan plus bonus kemenangan yang selalu diberikan manajemen. Melihat kondisi ini, manajemen sedang merumuskan bagaimana mengatasi masalah yang timbul akibat penundaan yang tidak jelas ini.
Sedangkan kerugian finansial yang ditanggung manajemen, ujarnya, juga cukup besar karena pasokan dana dari sponsor terpaksa harus tertunda pembayarannya. Padahal, untuk operasional tim sehari-hari dibutuhkan biaya yang jumlahnya cukup signifikan.
“Meski sponsor menunda pembayaran, manajemen tetap harus mengeluarkan uang untuk operasional yang nilainya cukup besar. Sejak ditundanya kompetisi Februari lalu hingga sekarang, kerugian Arema hampir mencapai Rp5 miliar, termasuk penundaan pembayaran dari sponsor,” kata Iwan
Sementara itu Media Officer Arema Sudarmaji mengatakan manajemen Singo Edan berencana melakukan sosialisasi kepada pelatih dan pemain untuk menyikapi dihentikannya kompetisi untuk sementara waktu.
“Kami akan melakukan konsolidasi dulu secara internal, baru mengagendakan sosialisasi,” ujarnya.
Karena kompetisi dihentikan, untuk saat ini katanya pemain diliburkan, namun sampai kapan belum ada kepastian, namun manajemen masih terus memantau perkembangan ke depan.
“Manajemen akan menunggu kepastian kelanjutan kompetisi, termasuk menunggu keputusan Menpora mencabut larangan bermain,” ujarnya lebih lanjut.
Ia melanjutkan, dengan kondisi seperti sekarang, manajemen hanya bisa menunggu, sementara beban klub terus meningkat. “Kami berharap secepatnya ada perubahan dan kompetisi digulirkan kembali,” ujarnya. (Herwan)






































