KANALNEWS.co, Jakarta – Pengurus Kota (Pengkot) Taekwondo Indonesia dari Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Jakarta Utara secara tegas mengajukan mosi tidak percaya dan tidak mengakui lagi kepengurusan Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia di bawah kepemimpinan Mayjen TNI Ivan Ranald Pelealu.
“”Mosi tak percaya terpaksa disampaikan untuk menyelamatkan pembinaan atlet taekwondo DKI. Sudah sulit untuk membenahi organisasi taekwondo di bawah kepemimpinan Pak Ivan karena Ketua Umum tidak tegas. Ini sebenarnya bagian dari upaya kami untuk memperbaiki kinerja di Pra PON (Pekan Olahraga Nasional) 2019 dan PON 2020. Tapi kenyataannya para pembina atlet di tingkat kepengurusan yang ingin menyelamatkan organisasi ini justru dipecat,” kata juru bicara Pengkot Siswanto kepada wartawan di GOR Ciracas Jakarta Timur, Minggu (15/7/2018).
Siswanto yang didampingi Ketua Pengkot TI Jakarta Timur M. Valentino Yanes dan Ketua Pengkot TI Jakarta Utara Asrum Ubay, menambahkan, menyusul mosi tak percaya tersebut, keempat Pengkot kecuali Jakarta Pusat pada 20 April 2018 lalu menggelar Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) Taekwondo DKI yang akhirnya memilih Mayjen TNI (Purn) Sjamsu Djalal sebagai ketua umum Pemprov TI DKI Jakarta yang baru.
“Ini sebenarnya bagian dari upaya kita untuk memperbaiki kinerja di Pra PON (Pekan Olahraga Nasional) 2019 dan PON 2020 mendatang. Kita ingin mengevaluasi, kita ingin melihat pemetaan masalah. Dengan dilakukan musdalub ini agar dihasilkan kinerja yang jauh lebih baik pada Pra PON 2019 mendatang,” tambah Siswanto.
Pihaknya juga berharap selama dalam proses penyelesaian kemelut di TI DKI ini, KONI Provinsi DKI dapat mengambil alih sementara khusus untuk pembinaan atlet Pelatda. Pasalnya tahun depan sudah masuk pada Pra PON atau kualifikasi.
“Kalau pengurus masih berkutat dalam permasalahan yang ada sekarang ini, bagaimana prestasi akan dicapai. Sekarang saja atlet Pelatda ditarik oleh wilayah masing-masing. Jadi belum ada pemusatan latihan terpadu,” lanjut Siswanto.
Rencananya keempat Pengkot TI yang sudah menggelar Musorprovlub ini akan membawa kisruh ini ke Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia (BAORI) jika untuk menyelesaikannya. “Kalau dibiarkan berlarut-larut mau dibawa kemana olahraga taekwondo DKI Jakarta?” katanya. (WAN)







































