KANALNEWS.co, Jakarta – Empat bintang bulutangkis top dunia bakal menyambangi dan menyapa langsung para penggemar bulutangkis di Jakarta dalam rangkaian acara global bertajuk YONEX Legends Vision.
Empat bintang tersebut adalah Taufik Hidayat, peraih medali emas Olimpiade Athena asal Indonesia; Lin Dan, peraih medali emas Olimpiade Beijing dan London asal Tiongkok; Lee Chong Wei ‘Si Raja Superseries’ yang juga runner up olimpiade Beijing dan London asal Malaysia serta jagoan Denmark Peter Hoeg Gade.
Kegiatan ini merupakan acara kedua dari rangkaian kegiatan Legends Global Tour 2015 yang juga ditujukan untuk memeriahkan HUT ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia ini berlangsung di Gedung Bulutangkis Asia-Afrika, Komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2015.
“Sebagai tuan rumah kegiatan YONEX Legends Vision 2015, di tengah kemeriahan HUT ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia ini saya ingin membuat acara ini menjadi sangat berkesan. Tak saja buat para pemain YONEX Legends Vision, tetapi juga bagi para pemain muda dan penggemar bulutangkis di Tanah Air. Saya pun sangat berharap, lewat kegiatan ini bisa berdampak positif bagi kemajuan prestasi olahraga bulutangkis Indonesia,” ujar Taufik Hidayat di Jakarta, Selasa (28/7/2015)
Taufik berharap kegiatan ini merupakan salah satu cara berbagi dan juga untuk menginspirasi serta meningkatkan kesadaran dan peningkatan prestasi bulutangkis ke seluruh dunia.
Kempat pemain kelas dunia itu akan mempertunjukan tekhnik tingkat tinggi dalam pertandingan eksibisi yang sangat menarik untuk di tonton. Tentunya kegiatan ini digelas atas kolaborasi Yonex dan PBSI serta dikemas dengan baik oleh Sunrise & Company.
Selain menampilkan kecakapan dan keahlian dalam mengolah si kulit angsa, empat legenda Yonex ini juga akan memberikan pelatihan bagi generasi muda untuk memulai bermain olahraga bulutangkis.
Sebagai tuan rumah, tentunya Taufik yang telah mengoleksi 27 gelar juara turnamen penting, termasuk enam kali kampiun turnamen Indonesia Terbuka, tiga kali juara Kejuaraan Asia, dan tiga kali meraih medali emas pada pesta olahragai Asian Games akan menyajikan sesuatu yang ‘wah’ dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Bulutangkis Asia Afrika ini.
“Saya akan berusaha untuk menyulap Gedung Bulutangkis Asia-Afrika menjadi tempat yang menarik untuk memanggungkan kegiatan ini. Saya tetap berupaya untuk membuat para pemain muda dan penggemar puas dan memiliki kesan mendalam, serta memiliki dampak positif dengan acara YONEX Legends Vision ini,” jelas Taufik.
Rencananya kegiatan ini akan mengundang 1.000 peserta yang terdiri dari para pemain muda bulutangkis yang berasal dari berbagai klub di Tanah Air. Selain itu juga para pelatih, pembina, pengurus organisasi bulutangkis, orangtua, mantan pemain, serta media.
Taufik berharap dengan kehadiran bintang bulutangkis top dunia itu akan berdampak positif bagi kemajuan prestasi bulutangkis Indonesia pada umumnya, dan khususnya di sektor tunggal putra. Apalagi Indoensia sebagai negara yang memiliki tradisi dan sejarah panjang bulutangkis ditunggal putra dan para pemain muda kelak mampu mempertahankan supremasi Indonesia sebagai negara kuat bulutangkis dunia.
“Sebenarnya ada tujuan mulia yang ingin saya bagi dan sebarkan kepada para pemain muda, penggemar, dan dunia bulutangkis Indonesia. Lewat acara ini saya ingin menginspirasi kepada para pemain muda Indonesia agar bisa mengikuti jejak para pemain YONEX Legends Vision untuk mengukir prestasi dunia di kelak kemudian hari,” tambah Taufik.
Acara YONEX Legends Vision di Jakarta ini, merupakan rangkaian kegiatan global yang sebelumnya sudah bergulir Beijing, China, Mei silam. Kala itu, Lin Dan bertindak sebagai tuan rumah. Selain itu, sesuai dengan asal negara keempat bintang top dunia tersebut, kegiatan ini kelak juga bakal bergulir ke Kota Kopenhagen, Denmark dan Kuala Lumpur, Malaysia.
YONEX Legends Vision sendiri pertama kali diluncurkan di tengah-tengah penyelenggaraan turnamen YONEX All England Open Super Series Premier 2015 di Birmingham, Maret 2015, silam. Kala itu, keempat legenda bulutangkis dunia, Lin Dan, Lee Chong Wei, Peter Gade, dan Taufik Hidayat hadir.
Melalui kegiatan ini, YONEX berusaha untuk lebih memperkaya dunia melalui olahraga bulutangkis. Selain itu, para bintang bulutangkis dunia yang selama ini telah bekerja sama dengan YONEX itu, bisa menginspirasi dengan memberikan gaya hidup yang lebih bahagia dan sehat kepada para calon pemain bulutangkis saat ini.
Seperti ketika berlangsung di Beijing, dalam YONEX Legends Vision di Jakarta, para pemain legenda seperti Lin Dan, Lee Chong Wei, Peter Gade, dan Taufik Hidayat tidak hanya berbagi dan menguraikan bagaimana visi bermain bulutangkis yang mengantarkan mereka kemudian menjadi pemain papan atas dunia dan disegani lawan-lawan. Dalam kesempatan ini, mereka juga bakal mendemonstrasikan segala teknik-teknik tinggi dan khas yang dimiliki sebagai pemain bulutangkis.
Selain itu, para pemain legenda itu akan berbagi tips dan cara bermain bulutangkis yang baik dan benar kepada para pemain muda agar kelak bisa menjadi seorang juara.
“Di sinilah pentingnya bagi para pemain muda dan para pemangku kepentingan untuk mengetahui bagaimana tips-tips dari para juara dunia yang kelak bisa diterapkan kepada pemain muda untuk meningkatkan kemampuan bermain dan mengukir prestasi besar di kemudian hari,” tandas Taufik.
Selain itu, melalui YONEX Legends Vision, YONEX juga berharap, kegiatan ini mampu merawat semangat bermain bulutangkis, membiarkan anak-anak memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang olahraga bulutangkis. Dan pada saat yang sama, melalui tatap muka dan interaksi langsung dengan para pemain bintang bulutangkis top dunia, bakal menginspirasi anak-anak di seluruh dunia untuk lebih memahami dan berminat bermain bulutangkis.
Dalam acara bergengsi itu, yang akan bertindak sebagai pembawa acara adalah Maestro Bulutangkis sekaligus juara delapan kali All England, Rudy Hartono. Sejumlah pemain legenda Indonesia dari masa ke masa juga akan berpartisipasi meramaikan acara, termasuk bintang saat ini, pasangan ganda putra, Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan. (Herwan)






































