KANALNEWS.co – Jakarta, Triyatno, atlet angkat besi kelas 69 kilogram, peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 dan medali perak Olimpiade 2012, sukses menjalani operasi kedua lututnya.
Operasi yang ditangani oleh empat orang dokter ortopedic sports medicine berlangsung di Rumah Sakit Premier Bintaro, Jakarta Selatan, pada hari Selasa kemarin (26/3/2013).
“Total operasi berlangsung 1,5 jam. Lutut di kaki kiri masalah utama dan di kaki kanan ada selaput yang menebal karena terus menahan beban, itu dibersihkan,” jelas salah satu tim dokter, dr. Sapto Adji, Sp.OT, di kantor KOI, di Jakarta, Rabu (27/3/2013).
Triyatno mendapatkan cedera pada tulang rawan lutut sejak 2007. Selama ini telah mengupayakan penyembuhan dengan obat-obatan dan terapi namun tidak berhasil.
Dokter Andi Kurniawan, salah satu dari tim dokter Indonesia pada Olimpiade London 2012, menambahkan, operasinya berlangsung baik dan hasilnyapun baik. Yang paling penting untuk pemulihan kondisi Triyatno adalah pasca operasi.
“Dia harus menjalani terapi dan masa rehabilitasi selama enam bulan yang ditangani olehIndonesia Sports Medicine Center (ISMC), namun dia tetap bida menjalani latihan yang tidak menimbulkan beban pada kakinya seperti training upper body untuk penguatan otot pada badan dan dilatih untuk penguatan otot kaki,” ujar dr Andi.
Pelatih Triyatno, Lukman, mengawasi setiap evaluasi termasuk memadukan programnya dengan ISMC.
“Tahun ini yang penting menuntaskan cedera dulu. Kalau performa belum bisa dipastikan karena sangat rentan,” kata Lukman.
Namun Lukman belum bisa menjamin Triyatno mengikuti SEA Games Desember mendatang. Kendati begitu dia tetap diplot di SEA Games, tapi yang jelas dia diproyeksikan untuk Olimpiade 2016.
Operasi Triyatno ini didanai juga oleh berbagai pihak sponsor.
Hal yang sama juga berlaku bagi rekannya, atlet angkat besi kelas 62 kilogram Eko Yuli Irawan yang akan mendapat bantuan terapi selama dua bulan karena mengalami cedera retak tulang kering kaki kanan.
Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo menyatakan, tim Indonesia mampu mengumpulkan sponsor untuk Olimpiade 2012, mulai dari keberangkatan hingga bonus para atlet, dari para sponsor inilah penanganan cedera yang dialami atlet dapat dibantu. Selain itu, kedua atlet diproyeksian dapat medali emas pada Olimpiade 2016 di Brasil
“Karena mereka diproyeksikan Federasi Internasional Angkat Besi sebagai atlet yang memiliki potensi dapat medali emas di Olimpiade 2016. Saat cedera saja mereka bisa menyumbang medali, apalagi jika tidak cedera,” tandas Ketua Umum KOI Rita Subowo.
Editor : Herwan Pebriansyah






































