Kanalnews.co, JAKARTA– Munculnya berbagai merek vaksin Covid-19 membuat masyarakat berburu vaksin tertentu. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menegaskan semua vaksin sama.
Sebelumnya sudah ada enam merek vaksin yang tersedia di Indonesia, yaitu CoronaVac (vaksin jadi dari Sinovac), Vaksin Covid-19 (vaksin hasil olahan Bio Farma dengan bahan baku dari Sinovac), AstraZeneca, Moderna, Sinopharm, dan Pfizer.
Bahkan belakangan ini ramai fenomena masyarakat yang memilih berburu vaksin tertentu seperti Pfizer dan Moderna. Mereka menilai vaksin tersebut lebih ampuh dibandingkan yang lain.
“Semua vaksin yang saat ini ada di Indonesia sudah melalui kajian dari BPOM dan sudah mendapatkan Persetujuan Penggunaan Dalam Kondisi Darurat Atau Emergency Use Authorization (EUA) serta selalu dilakukan pengawasan,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate.
Oleh karena itu, Johnny meminta masyarakat untuk lebih bijak. Tak perlu sampai berbondong-bondong mencari merek vaksin tertentu. Apalagi jika sampai menunda vaksinasi yang justru membahayakan diri dan orang lain.
“Segera vaksin sebelum terlambat dan selalu disiplin protokol Kesehatan. Virus Covid-19 adalah ancaman yang nyata dan ada di mana saja. Vaksinasi penting untuk membuat diri kita terlindungi dan mengurangi risiko sakit berat apabila kelak terpapar Cocvid-19,” tegas Menkominfo.
Menurut Johnny semua vaksin efektif melawan berbagai varian virus Corona termasuk varian Delta. Ia menyebut hingga kini belum ada bukti ilmiah ataupun jurnal medis yang menunjukkan vaksin-vaksin seperti Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, atau Moderna tak efektif melawan varian delta.
Johnny memaparkan, evaluasi efektivitas vaksin Covid-19 yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI, membuktikan bahwa vaksin mampu menurunkan risiko terinfeksi Covid-19, serta mengurangi perawatan dan kematian bagi tenaga kesehatan.
Studi ini dilakukan terhadap 71.455 tenaga kesehatan di DKI Jakarta meliputi perawat, bidan, dokter, teknisi, dan tenaga umum lainnya sepanjang periode Januari-Juni 2021. (ads)






































