KANALNEWS.co, Jakarta – Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla seusai membuka Pekan Lingkungan Hidup Kehutanan 2016 memastikan di Istana Presiden dan Istana Wakil Presiden di Jakarta sudah tidak ada lagi gading gajah.

“Dulu gading menjadi kebanggaan, termasuk di Istana. Sekarang Istana sudah tidak ada lagi gading gajah karena itu pelanggaran,” kata Wapres di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (9/6/2016).

Wapres yang didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, sebelum acara pembukaan Pekan Lingkungan Hidup Kehutanan disambut dua ekor gajah di halaman JCC menegaskan memperdagangkan gading gajah melanggar hukum.

“Gading tidak boleh diperdagangkan. Itu pelanggaran hukum,” tegasnya.

Menurut Wapres menjaga kelestarian lingkungan sangat penting dilakukan oleh semua pihak bukan hanya pemerintah tapi juga peran serta semua stake holder untuk menjaga lingkungan demi masa depan generasi penerus bangsa.

“Indonesia punya tropical forest yang luas, kitalah yang harus menjaga. Bahkan dunia mengakui kesalahannya terhadap lingkungan dengan membayar (kompensasi) karbon kepada Indonesia,” katanya.

Berkaitan dengan pembayaran kompensasi lingkungan itu, Kalla menjelaskan bahwa sejumlah negara besar masih dalam proses ratifikasi Kesepakatan Paris yang telah dicapai dalam Konferensi Perubahan Iklim Dunia di Paris, Prancis, pada Desember 2015.

“Kalau semuanya sudah meratifikasinnya, perdagangan karbon kembali akan dimulai lagi,” kata Kalla.

Indonesia telah meratifikasi Kesepakatan Paris setelah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menandatangani Perjanjian Paris tentang Perubahan Iklim pada Upacara Tingkat Tinggi Penandatanganan Perjanjian Paris di PBB, New York, pada 22 April 2016.

Perjanjian Paris didukung 195 negara, namun akan berlaku apabila diratifikasi oleh setidaknya 55 negara yang menyumbangkan setidaknya 55 persen emisi gas rumah kaca. (Setiawan)