KANALNEWS.co – Jakarta, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane menyatakan, pihaknya memberikan raport merah atas kinerja kepolisian yang tidak memuaskan selama tahun 2012.
“Tahun ini kinerja polisi layak diberi cap atau rapor merah, bukan hanya karena kurang sigap melayani masyarakat, tapi juga karena tak cukup kuat melindungi diri sendiri,” ujar Neta dalam diskusi di Cikini Jakarta, Minggu (30/12/2012).
Buktinya adalah peningkatan jumlah anggota kepolisian yang terbunuh, dibandingkan tahun lalu.
“Ada 29 polisi terbunuh oleh perilaku kriminal. Tahun 2011 hanya ada 20 polisi, dan tahun ini (ada) 67 polisi dikeroyok massa. Salah satu contoh (adalah) saat akan menangkap pelaku kejahatan,” ujarnya.
Neta menambahkan, berbagai fasilitas kerja polisi mulai dari kantor hingga kendaraan yang dirusak massa, juga mengalami peningkatan jumlahnya dibandingkan dengan tahun lalu. Tahun ini menurut catatan IPW, ada 85 fasilitas yang dirusak oleh mahasiswa, sementara tahun 2011 tercatat terjadi 65 pengrusakan.
“Ada 20 kasus pengrusakan lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu,” katanya.
Saat ini masyarakat terkesan tak menyegani instansi Kepolisian. Salah satu kemarahan massa, kata dia, tak jarang karena menganggap aparat secara sewenang-wenang menangkap pelaku kejahatan.
Dalam catatan IPW kinerja polisi dalam menjaga tahanan juga patut dipertanyakan. Pasalnya, tahun ini tercatat sebanyak 93 narapidana kabur dari kantor polisi.
“Selama tahun 2012 ini polisi bekerja tidak profesional, bahkan untuk menjaga dirinya sendiri dan menjaga tahanan. Bagaimana polisi bisa melindungi masyarakat?” tandasnya.
Penulis : Herwan Pebriansyah








































