KANALNEWS.co – Jakarta, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo menyatakan bahwa proses audit proyek perbaikan jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) akan segera dilaksanakan usai Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah.

“Untuk audit proyek perbaikan Pantura itu sedang kami proses. Akhir lebaran mungkin akan segera dilakukan. Pelaksanaannya paling cepat setelah Lebaran pekan depan,” kata Hadi Poernomo di Jakarta, Kamis (1/8/2013).

Menurut Hadi, audit untuk proyek perbaikan jalur Pantura itu belum dilakukan pekan ini karena sudah mendekati libur Idul Fitri. Dia menilai akan terlalu memaksakan bila audit proyek perbaikan Pantura itu dilakukan sebelum lebaran.

“Nanti audit dana perbaikan jalur Pantura itu pasti akan kami kembangkan setelah Lebaran, sekarang kan mendekati libur,” ujarnya.

Tahap awal dari keseluruhan proses audit proyek perbaikan jalur Pantura itu sudah mulai dilakukan, seperti pengumpulan data dan pemetaan.

“Jadi, awal prosesnya sudah dilakukan, pengumpulan data dan pemetaan, tinggal memproses saja. Mudah-mudahan setelah Lebaran bisa selesai, tapi kalau sekarang tidak mungkin diproses sebab itu kan masih panjang,” katanya.

Hadi juga mengatakan walaupun ada banyak proyek infrastruktur di Indonesia, BPK akan lebih fokus untuk mengaudit proyek jalur Pantura dulu karena intensitas dan besaran dana yang dikeluarkan untuk proyek tersebut.

“Memang proyek untuk infrastruktur jalan ada banyak, tetapi yang tiap tahun kan pantura. Jadi, Pantura menjadi fokus kami yang paling utama,” ucapnya.

Sementara itu, terkait hal apa saja yang akan dikembangkan dalam audit tersebut, dia mengatakan bahwa fokus BPK lebih diarahkan mengenai penyeba selalu dilakukannya perbaikan jalur Pantura pada tiap tahun.

“Bagaimana kok sampai setiap tahunnya ada perbaikan, kita kan tidak tahu itu alasannya,” ujarnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga sedang memverifikasi dokumen yang dilaporkan masyarakat mengenai dugaan korupsi perbaikan jalur Pantura.

“Kami menerima laporan-laporan, belum ada tindak lanjutnya, baru diverifikasi,” ungkap Ketua KPK Abraham Samad.

Menurut dia, KPK menerima laporan dugaan korupsi mengenai proyek jalur Pantura dari sejumlah elemen masyarakat.

“Kami memverifikasi dulu keabsahan laporan, itu yang pertama kami lakukan. Belum ada kesimpulan. Nanti kalau dari verifikasi dokumen, itu bisa ditindaklanjuti dengan investigasi. Hanya saja belum ada kesimpulan,” tuturnya.

Berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2013, dana perbaikan jalur Pantura mencapai Rp1,2 triliun. Perbaikan dan pemeliharaan ini mencakup jalan sepanjang 1.300 kilometer. (Setiawan Hadi)