
Kanalnews.co, PROBOLINGGO – Alunan musik riang berpadu dengan teriakan kompak ribuan peserta yang mengangkat tangan ke udara. Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Kabupaten Probolinggo, menjadi lautan semangat ketika warga dari berbagai penjuru bergerak serempak dalam Senam Kolosal Anti Korupsi, pada Minggu pagi (14/9/2025).
Senam massal itu membuka kemeriahan Probolinggo Anti Corruption Fest 2025, sebuah pesta rakyat yang tidak sekadar hiburan, melainkan kampanye moral untuk menjadikan kejujuran sebagai gaya hidup.
Acara yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Probolinggo ini dihadiri langsung Bupati Gus Dr. Mohammad Haris bersama Ning Marisa, Forkopimda, Sekda Ugas Irwanto, Ketua DWP Rita Erik, hingga jajaran OPD dan camat. Dari orang tua, pemuda, hingga anak-anak, semua larut dalam suasana meriah namun penuh pesan integritas.
Tak hanya senam, rangkaian kegiatan lain juga menyedot antusiasme warga. Mulai dari donor darah, bazar UMKM, hingga pelayanan publik terpadu. Panggung acara semakin ramai ketika puluhan hadiah doorprize dibagikan, disusul lomba mewarnai untuk anak-anak, serta lomba video integritas yang tahun ini membuka ruang bagi karya berbasis Artificial Intelligence (AI).

Selain hiburan, festival ini juga menjadi momen apresiasi bagi lima perangkat daerah yang dinobatkan sebagai OPD paling berintegritas, yakni Disdukcapil, Disdikdaya, DPUPR, Dinkes, dan Diskominfo. Penilaian dilakukan melalui Survei Penilaian Integritas, tindak lanjut RTL SPI, hingga kelengkapan pencegahan korupsi.
Inspektur Kabupaten Probolinggo, Imron Rosyadi, menegaskan bahwa agenda ini merupakan tindak lanjut program Pariwara Anti Korupsi dari KPK RI.
“Tujuan utamanya ada tiga: menyampaikan pesan antikorupsi, mendorong partisipasi aktif masyarakat, dan memaksimalkan media sebagai saluran kampanye integritas,” ujarnya.
Menurut Imron, kemasan kreatif seperti lomba video hingga expo UMKM menjadi bukti bahwa semangat antikorupsi bisa hadir dengan cara inklusif dan menyenangkan. Tahun ini saja, tercatat 163 peserta ikut lomba video kreatif.
Sementara itu, Gus Haris menegaskan gerakan antikorupsi tidak boleh berhenti di level birokrasi.
“Budaya jujur harus dimulai dari hal kecil, dari rumah, dari desa. Ini bukan sekadar slogan, tapi lifestyle yang harus kita biasakan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan ASN untuk menggunakan fasilitas dinas secara bijak serta menolak gratifikasi maupun pungutan liar.
“Kita ingin Kabupaten Probolinggo benar-benar hidup dengan slogan Prasaja Ngesti Wibawa, tulus ikhlas menuju kemuliaan,” tutupnya.
Dari panggung hingga tiap sudut Stadion Gelora Merdeka, gema satu pesan terus berulang: jujur bukan beban, melainkan energi. Sebagaimana gerakan senam sederhana namun menguatkan tubuh, kejujuran pun bisa jadi gerakan kecil yang menguatkan bangsa, khususnya Probolinggo tercinta. (Fafa)










































