KANALNEWS.co, Jakarta – Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menegaskan sidang Isbath untuk menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah/2015 Masehi akan digelar secara tertutup sama seperti halnya pada saat sidang penetapan awal bulan Ramadhan.

“Isbath (dilakukan ) tertutup. Seperti kemarin saat penetapan awal Ramadhan,” kata Menag Lukman di Jakarta, Rabu (8/7/2015).

Ketua Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A Ghazalie Masroeri sebelumnya meminta sidang isbath yang digelar Kementerian Agama dilaksanakan secara terbuka, hal ini dilakukan menurutnya agar masyarakat bisa memantau langsung dan semua pihak dapat mengikuti ketetapan pemerintah beserta berbagai ormas Islam, para tokoh masyarakat dan pakar astronomi.

“Melalui sidang itsbat terbuka yang diikuti semua ormas itu maka kemudian tidak ada lagi yang mengatakan kami mengikuti ormas kami. Semua mengikuti pemerintah,” kata dia.

Selain itu, menurutnya, melalui sidang terbuka yang disiarkan secara langsung masyarakat juga akan mendapatkan informasi secara cepat, tanpa menunggu lama.

Namun hal sebaliknya di kemukakan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin meminta pelaksanaan sidang isbat dilakukan tertutup untuk menghindari konflik kepentingan.

Pernyataan Dini tersebut dikuatkan oleh Ketua Komisi VIII DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengatakan sidang isbat sebaiknya dilakukan secara tertutup. Alasannya, tidak semua anggota masyarakat memahami perbedaan yang mungkin terjadi dalam sidang itsbat.

“Karena itu, biarlah persoalan isbat menjadi konsumsi tokoh-tokoh agama yang memahami ilmu falaq secara baik. Sehingga masyarakat yang tidak tahu, tidak asal menjustifikasi kelompok tertentu yang berbeda pendapat dengan mayoritas,” kata dia. (Herwan)