KANALNEWS.co, Jakarta- Kementerian Pertanian akan melanjutkan impor sapi bakalan untuk peternakan dan sapi daging untuk memenuhi kebutuhan daging dalam negeri yang hingga kini pasokananya masih belum mencukupi.

“Untuk sapi, akan kita lanjutkan mengimpor pada 2016 untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,” kata Menteri Pertanian, Andi Arman Sulaiman, di Kompleks Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (4/1/2015).

Mentan menjelaskan, untuk komposisi negara asal sapi itu bisa dari mana saja asalah yang akan didatangkan adalah indukan untuk dikembang biakan.

“Impor sapi indukan, ibaratnya kita beri pabriknya karena bisa melahirkan 10-12 kali,” katanya lebih lanjut.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Hary Priyono, menyatakan bahwa impor itu mencakup 600.000 sapi karena konsumsi sapi masyarakat Indonesia mencapai 675.000 ton setahun, sementara stok di Kementerian Pertanian dan Bulog diperkirakan sekitar 416.000 ton daging sapi.

“Impornya akan mencapai 238.000 ton atau 600.000 sapi untuk 2016 mendatang. Jadi, yang diimpor adalah sapi pedaging,” ujarnya.

Ia menjelaskan Impor sapi sebanyak 600.000 sapi yang merupakan angka yang realistis dan tak perlu dipermasalahkan pasalnya banyak wilayah di Tanah Air yang menjadi sentra-sentra sapi domestik sangat sulit diakses pasar, sehingga para peternak ini tak begitu disukai pembeli, contohnya NTT. (Setiawan)