KANALNEWS.co, Banjarmasin – Untuk mengatisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi di perairan Indoensai, pemerintah Indonesia disarankan untuk menempatkan kepal perang berkecepatan tinggi seperti KRI 357 Bung Tomo dan KRI 358 di Nunukan Kalimantan Utara (Kaltara).

“Cara tersebut salah persiapan dan kesiapan dalam mengantipasi terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi di perairan Indonesia yang berbatasan luar negeri,” ujar anggota Komisi I DPR RI H Syaifullah Tamliha saat halal bihalal dengan anggota Press Room DPRD Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Selasa (13/7) malam.

Ia mencontohkan peristiwa pembajakan dan penyanderaan anak buah kapal (ABK) asal Indonesia di perairan yang berbatasan dengan Philipina beberapa waktu terakhir yang seharusnya pembajakan atau penyanderaan ABK dari Indonesia oleh kelompok minoritas di Filipina tersebut tidak terjadi jika penempatan KRI di Nunukan Kaltara berkecepatan tinggi serta peralatan yang lebih sempurna dan canggih.

Ia mengaku sedih dengan peralatan perang atau TNI (termasuk TNI-AL) yang tampaknya belum maksimal atau menyamai negara-negara maju lain, karena keterbatasan anggaran dan pemerintah dapat memaksimalkan anggaran untuk TNI bila ingin memiliki kekuatan militer yang lebih tangguh lagi, sehingga negara-negara lain bukan cuma memperhitungkan, tapi betul-betul takut terhadap Indonesia.

“Saya kira tidak salah kalau pemerintah memenuhi plafon anggaran minimal dalam perbandingan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang lebih dari Rp300 triliun,” demikian Syaifullah Tamliha. (setiawan/antara)