KANALNEWS.co, Nepal – Korban gempa 7,9 Skala Richter (SR) yang mengguncang Nepal pada Sabtu (25/4) terus bertambah, dan hingga Senin (27/4) malam jumlah korban tercatat sebanyak 3.954 jiwa dan lebih dari 7 ribu orang terluka.

Relawan dan bala bantuan terus berjuang di tengah kehancuran yang melanda kawasan miskin di pegungungan Himalaya itu. Mereka membantu menggali reruntuhan dengan tangan kosong dan melakukan opersi di ruang pengobatan darurat mengingat medan yang sulit dijangkau.

“Informasi ke daerah-daerah terpencil sangat kurang pada saat ini. Itu karena jalan tertutup dan komunikasi tidak berjalan,” kata seorang pejabat Save the Children Devendra Singh Tak, dikutip dari CNN.

Salah seorang dokter di salah satu rumah sakit Kathmandu Dr Sanjay Gupta mengatakan akibat membeludaknya pasien, pada dokter beroperasi di kamar yang biasanya tidak digunakan sebagai ruang operasi. Kondisi bertambah runyam setelah pasokan obat-obatan di rumah sakit yang terus menipis akibat lokasi bencana yang sulit dicapai relawan dalam memberikan bantuan.

“Meski pun dunia internasional telah mengirimkan bantuan, sulitnya akses membuat bantuan dan relawan sulit mencapai lokasi” kata Sanjay.

Rasa trauma yang berlebihan membuat masyarakat enggan untuk tinggal di dalam ruangan. Itu karena mereka takut terjadi gempa susulan. (Herwan)