
Kanalnews.co, JAKARTA- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak mau kebijakan kerja dari rumah jadi ajang santai. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan sanksi tegas bagi aparatur sipil negara (ASN) yang kedapatan “work from cafe” (WFC) saat jadwal resmi work from home (WFH) setiap Jumat.
Kebijakan WFH yang mulai difinalisasi ini bukan sekadar fleksibilitas kerja, melainkan langkah strategis pemerintah merespons situasi global sekaligus menjaga efisiensi mobilitas di ibu kota. Namun, Pramono mengingatkan WFH bukan berarti bebas bekerja dari mana saja.
“Kalau ada yang work from cafe atau tempat nongkrong, pasti akan ada tindakan tegas,” tegas Pramono.
Pemprov DKI kini tengah merumuskan aturan teknis, termasuk pembagian ASN yang boleh WFH dan yang tetap wajib masuk kantor. Sektor pelayanan publik dipastikan tidak ikut skema ini. Layanan seperti kesehatan, pendidikan, hingga bantuan sosial tetap berjalan normal karena membutuhkan kehadiran langsung petugas.
Pramono merinci, puluhan puskesmas dan rumah sakit di Jakarta tidak akan terdampak kebijakan ini.
“Pelayanan publik tidak boleh terganggu,” ujarnya.
Tak hanya itu, aturan pengawasan juga diperketat. ASN yang menjalani WFH dilarang menggunakan kendaraan pribadi. Pemprov ingin memastikan ASN benar-benar bekerja dari rumah, bukan berpindah lokasi kerja ke tempat lain.
Pengawasan akan dilakukan melalui sistem absensi mobile yang dikontrol oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Setiap pelanggaran dipastikan akan langsung ditindak.
Di sisi lain, kebijakan ini tetap bersifat selektif. Hanya sekitar 25-50 persen ASN di unit tertentu yang bisa menjalani WFH. Sementara pejabat struktural dan petugas lapangan seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, hingga pemadam kebakaran tetap bekerja seperti biasa.
Pramono menegaskan, aturan ini bukan untuk memberi privilese, melainkan menjaga keseimbangan antara efisiensi kerja dan kualitas pelayanan publik. Ia pun menutup dengan nada santai, menegaskan tidak semua profesi bisa menikmati WFH.
“Termasuk kami tetap kerja seperti biasa. Wartawan juga nggak ada WFH,” ujarnya berseloroh. (ads)

































