Foto rht

Kanalnews.co, JAKARTA– Pasangan calon walkot Depok Supian Suri-Chandra Rahmansyah mengantongi elektabilitas lebih unggul dari Imam Budi-Ririn versi Indikator Politik Indonesia. Tim sukses Supian-Chandra semakin optimistis bisa mengakhiri dominasi PKS di Depok.

“Ya kami koalisi sedang berjuang keras untuk bisa menang dan mengakhiri dominasi PKS. Terkait survei tersebut selisihnya masih kecil,” kata Ketua Tim Pemenangan Supian-Chandra, Nuroji, kepada wartawan, Kamis (14/11/2024).

Untuk bisa memenangkan Pilwakot Depok, Nuroji memastikan akan mengerahkan seluruh kemampuan di waktu sisa kampanye. Ia juga ingin mensosialisasikan masyarakat agar menolak praktik politik uang, yang dikhawatirkan bisa terjadi menjelang pencoblosan.

“Kami ingin selisih lebih besar. Karena itu semua kekuatan mesin partai, anggota dewan, relawan dan jaringan lainnya terus semangat kerja keras. Pastinya kedua calon 02 juga masih masif turun ke masyarakat,” katanya.

“Kami yakin kalau tidak ada money politic kami 02 akan menang. Karena itu kami juga menggerakkan upaya pendidikan ke masyarakat jangan ikut bermain money politic karena risikonya akan masuk penjara bagi yang kasih maupun terima,” tegasnya.

Survei Indikator Pilkada Depok
Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terkait elektabilitas pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota Depok, Jawa Barat, yang berlaga di Pilkada 2024. Hasil survei menunjukkan pasangan nomor urut 2 Supian Suri-Chandra Rahmansyah unggul dibanding pasangan nomor urut 1 Imam Budi Hartono-Ririn Farabi.

Survei dilakukan pada 4-9 November 2024 terhadap 400 responden. Pemilihan sampel dilakukan melalui metode simple random sampling. Margin of error ±5% dengan tingkat kepercayaan 95%. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih. (ads)

Berikut hasil survei Indikator:

– Imam Budi Hartono-Ririn Farabi 46,6%
– Supian Suri-Chandra Rahmansyah 49,5%
– Tidak tahu/tidak jawab 3,9%