Foto Humas Pemprov Jatim

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengakui mendapatkan tawaran menjadi cawapres 2024. Tapi ia belum bisa mengambil keputusan karena harus menunggu persetujuan dari PBNU lebih dulu.

“Kita endapkan dulu sampai pada proses konfirmasi proses pengambilan keputusan bersama, sehingga saat ini tidak pada posisi ‘yes or no’ (ya atau tidak),” kata Khofifah di Jakarta kemarin.

Ia menegaskan harus berdiskusi bersama tokoh ulama. Apalagi, Khofifah merupakan salah satu pengurus PBNU sehingga ada langkah-langkah organisasi.

“Saya bukan siapa-siapa. Saya akan sowan (berkunjung) minta pendapat dan nasihat para ulama, para kiai,” katanya.

“Langkah langkah yang terkait dengan kebijakan organisasi harus mendapatkan ‘green light’ (lampu hijau). Itu belum, jadi perlu konfirmasi dan klarifikasi,” katanya.

Ketika ditanya, apakah Khofifah memilih bertarung di pemilihan gubernur saja, ia enggan menjawab, termasuk menjadi tim pemenang Capres Ganjar Pranowo. Ia menunggu lampu hijau dari PBNU.

“Nanti saja, karena saya menjadi bagian dari ekosistem itu. Nanti, akan ada ‘green light’ dari PBNU dan ulama-ulama yang selama ini memang konsolidasi sesama ulama dan tidak hanya persoalan politik, ” katanya.

“Saya ini Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama yang anggotanya sekitar 32 juta. Harus ada sepahaman dulu. Jadi, tidak sesederhana itu (menjadi tim pemenangan),” tegasnya. (ads)