
Kanalnews.co, PROBOLINGGO– “Seni lukis itu healing therapy yang menyenangkan. Anak-anak bebas berekspresi dan merasa nyaman meluangkan perasaan mereka lewat karya,” ujar Indah Kusumasari, penggerak Sanggar Warung Lukis Anak Probolinggo, pada Kanalnews.co usai pameran perdana anak didiknya di Surabaya, Rabu (1/10/2025).
Pameran bertajuk “Sae Onggu” yang digelar di Galeri Merah Putih, Balai Pemuda Surabaya, pada 27 September hingga 2 Oktober 2025 itu, menampilkan 24 karya lukis anak. Jumlah tersebut bukan sekadar angka, melainkan simbol keterwakilan dari 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo.
Sanggar yang telah berusia 18 tahun ini menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak sejak usia dini hingga remaja, bahkan mahasiswa. Beberapa alumninya kini telah menapaki dunia seni lebih jauh. Ada yang lulus sekolah seni dan bahkan membuka sanggar sendiri.

Probolinggo Hadir di Surabaya
Suasana khas Probolinggo terasa kental di ruang pameran. Tidak hanya lewat lukisan, tetapi juga dari sajian kuliner tradisional yang disuguhkan.
Salah satu karya yang menarik perhatian pengunjung adalah lukisan Ocha, salah satu siswi SD di Kecamatan Kraksaan, yang menggambarkan Gunung Bromo, lautan pasir, ikan paus tutul, hingga upacara adat Yadnya Kasada.
“Setiap karya punya keunikan masing-masing. Bahkan ada anak yang masih taman bermain, tapi sudah berani mengekspresikan imajinasinya di kanvas,” ungkap Indah.
Melahirkan Pelukis Cilik
Kegiatan di Sanggar Warung Lukis Anak bukan sekadar belajar menggambar dan mewarnai. Ada pula program pelukis cilik mengajar, on the spot painting, hingga roadshow berbagi.
Sarah Ameera Shakila Rahman, siswi SD lainnya yang turut memamerkan karya mengatakan, “saya senang bisa melukis dan ikut pameran. Harapan saya, karya-karya kami bisa dilihat banyak orang, supaya semua tahu kalau anak-anak Probolinggo juga bisa berkarya,” ujar siswi asal Gending itu, polos.
Harapan ke Depan
Tema “Sae Onggu” yang berarti sungguh baik dipilih sebagai ungkapan cinta anak-anak kepada daerahnya. Dari gunung hingga laut, dari budaya hingga keseharian, Probolinggo dituangkan dalam lukisan anak-anak dengan penuh kebebasan dan imajinasi.
“Harapan saya, seni rupa di Kabupaten Probolinggo bisa semakin baik. Semakin banyak pelukis cilik tumbuh, semakin besar pula peluang daerah kita dikenal lewat karya seni,” tutup Indah.(Fafa)


































