Foto Biro Pers Sekretariat Presiden

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Presiden RI Joko Widodo (Widodo) angkat bicara terkait polemik TikTok Shop. Ia menilai kondisi ini terjadi karena Indonesia belum menyiapkan regulasi di tengah kemajuan teknologi.

“Mestinya teknologinya muncul, regulasinya disiapkan oleh birokrasi kita. Setiap muncul, siapkan,” kata Jokowi saat membuka Rakernas Korpri di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Selasa (3/10/2023).

“Kalau enggak siap, yang kena nanti seperti yang baru saja kejadian, TikTok Shop, bisa mengenai UMKM kita, mengenai pasar-pasar tradisional kita,” kata Jokowi.

Menurutnya keberadaan e-commerce sangat memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun akibat tidak didukung regulasi, sehingga menimbulkan dampak negatif.

Hal ini disebutnya terjadi di sejumlah negara yang diungkapkan saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di India pada September lalu.

“Apa yang ditakutkan, teknologinya ini sudah melesat maju, regulasinya belum siap, belum ada, sudah ke mana-mana,” katanya.

Untuk itu, ia meminta jajarannya menyiapkan regulasi terkait teknologi. Dengan begitu, tak ada yang dirugikan.

“Harus diubah orientasinya, tapi memang dimulai dari pusatnya dulu. Sistemnya, peraturannya, regulasinya, memang agar orientasinya berubah,” ujar Jokowi.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi melarang TikTok berdagang. Larangan ini diatur dalam Permendag Nomor 31 Tahun 2023 yang merupakan Revisi Permendag 50 Tahun 2020 Tentang Ketentuan Perizinan Usaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik PMSE).

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan social commerce seperti TikTok tak boleh melakukan transaksi, kecuali promosi. Sementara kalau berjualan bisa melalui e-commerce atau online.

Sebab, belakangan UMKM mengeluhkan menurunnya omzet penjualan karena semua beralih ke pembelian online. Tak jarang, toko-toko di Tanah Abang gulung tikar. (ads)