Foto Antara

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menanggapi demo massa alumni 212 terkait penolakan kedatangan Timnas Israel di Piala Dunia U-20 2023. Ia menyebut salah alamat.

Seperti diketahui, massa 212 dan sejumlah ormas menggelar aksi demontrasi. Mereka menolak kedatangan Israel karena dianggap sebagai penjajah Palestina.

“Kalau orang mendemo, menolak kesebelasan Israel di Indonesia. Itu keliru,” kata Ngabalin.

Ia lantas mempertanyakan kenapa penolakan tersebut baru disuarakan saat ini. Sebelumnya Israel bahkan pernah berkunjung atau bertanding di kejuaraan internasional yang diadakan di Indonesia.

“Kenapa kemarin di IPU, Inter-Parliamentary Union, itu utusan ofisial Israel datang di Bali, kemudian mereka main tanding kejuaraan nasional di Senayan, kemudian panjat tebing, kemudian tanding sepeda dan lain-lain sebagainya itu. Tidak ada riak-riaknya,” kata Ngabalin.

Ngabalin pun meminta agar urusan olahraga dan politik tidak disangkutpautkan. Apalagi, event ini diatur langsung oleh FIFA.

“Jadi kita bisa bebas aktif, tapi kalau dalam urusan-urusan sport itu bagaimana mungkin bisa kita kaitkan urusan-urusan politik,” katanya.

“Sementara seluruh regulasi yang mengatur 24 tim sepakbola nasional seluruh dunia yang hadir dalam World Cup U-20 bulan Mei akan datang itu, itu diatur oleh FIFA. Jadi di mana logikanya?” katanya.

Ngabali mengatakan jika Indonesia menolak tim Israel bermain, hal itu merupakan langkah yang keliru. Sebagai tuan rumah, sudah seharusnya Indonesia menyambut baik semua kontestan.

“Jadi, kalau kesebelasan nasional Israel main di U-20 kemudian kita harus mengusir mereka atau melarang mereka masuk, ya keliru. Salah alamatnya itu,” katanya.

Namun, Ngabalin memastikan Indonesia tetap memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan mengutuk kekejaman Israel terhadap Palestina. Hal ini sudah menjadi komitmen Indonesia sesuai amanat UUD 1945.

“Indonesia itu adalah satu-satunya negara yang berada pada barisan terdepan sejak Soekarno yang membela hak-hak kemanusiaan, hak-hak demokrasi, hak-hak politik orang Palestina untuk merdeka dan berdiri di atas kaki sendiri di negara mereka,” kata Ngabalin.

“Tidak saja itu, tetapi Indonesia juga mengutuk kebiadaban apa yang dilakukan oleh Israel,” tegasnya.