
Kanalnews.co, JAKARTA– Indonesia sedang mengkaji lima strategi transisi dari pandemi Covid-19 menuju endemi. Menterk Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin bahkan sudah berbicara dengan WHO.
Budi mengatakan WHO telah menyetujui untuk meninjau kerangka kerja atau framework yang telah disusun Kemenkes.
“Jadi tahun ini adalah tahun di mana kita akan geser dari pandemi menjadi endemi. Kita sudah punya framework-nya, kita sudah bicara juga dengan WHO, dan WHO sudah bilang bahwa mereka juga akan me-review,” kata Budi.
Lima framework Indonesia dalam strategi transisi pandemi menuju endemi adalah protokol kesehatan, surveilans, vaksinasi, terapeutik, dan komunikasi publik. Dari kelima strategi itu, WHO fokus pada surveilans dan memastikan penurunan jumlah kasus yang masuk RS hingga meninggal.
Selanjutnya WHO akan melihat dampak Covid-19 dari negara lain. WHO akan mencabut kondisi darurat atau Public Health Emergency for Internasional Concern (PHEIC). Sebab Covid-19 akan menjadi penyakit menular biasa.
“Artinya ini adalah masuk kategori infeksi biasa, sehingga itu nanti akan jadi pertimbangan utama mereka untuk mencabut status PHEIC atau bahasa awamnya status pandemi dunia,” katanya.
Pemerintah Siapkan Aturan
Untuk menyiapkan endemi, pemerintah akan membuat aturan mengenai pemeriksaan virus Covid-19 melalui PCR atau Antigen. Masyarakat bisa melakukannya di apotek.
Pemerintah disebut Budi juga tidak akan mengintervensi masyarakat untuk melakukan tes Covid-19. Semua akan dikembalikan kepada inisiatif masyarakat.
“Cuma nanti kita akan geser sedikit, yang namanya PCR akan kita geser ke Antigen, yang namanya ke lab akan kita geser ke rumah. Karena kalau dalam kondisi normal intervensi pemerintah harusnya bekrurang. Jadi kita tidak terlalu mengatur masyarakat kita,” ujar Budi. (ads)




































