Foto gempa

 

Kanalnewa.co, JAKARTA – Peringatan serius datang dari BMKG setelah gempa dahsyat berkekuatan 7,6 magnitudo mengguncang perairan Bitung, Sulawesi Utara, Kamis pagi (2/4/2026). Ancaman tsunami bukan sekadar potensi, gelombang sudah terdeteksi dan bisa membesar hingga 3 meter.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menegaskan sejumlah wilayah berada dalam status siaga, termasuk Ternate, Halmahera, Tidore, dan Bitung. Ketinggian gelombang diperkirakan berkisar antara 0,5 hingga 3 meter, cukup untuk memicu kerusakan serius di wilayah pesisir.

“Gempa ini berpotensi tsunami dengan status siaga di sejumlah wilayah,” tegasnya dalam konferensi pers.

Yang mengkhawatirkan, tsunami bukan lagi sekadar ancaman di atas kertas. BMKG mencatat gelombang sudah muncul di beberapa titik yaitu di
Halmahera Barat: 0,3 meter,
Bitung: 0,2 meter dan
Minahasa Utara: 0,75 meter

Meski terlihat kecil, BMKG mengingatkan gelombang awal bisa menjadi tanda awal tsunami yang lebih besar.

Hingga saat ini, peringatan dini belum dicabut. Artinya, ancaman masih nyata dan belum berakhir. BMKG terus memantau perkembangan secara intensif dan meminta masyarakat tetap waspada.

Gempa yang terjadi pukul 05.48 WIB itu berpusat di kedalaman 62 km dan tergolong gempa dangkal jenis gempa yang paling berisiko memicu tsunami. Analisis menunjukkan gempa dipicu oleh aktivitas subduksi di Laut Maluku dengan mekanisme patahan naik (thrust fault), yang dikenal mampu mendorong massa air laut secara signifikan.

BMKG menegaskan, situasi masih dinamis. Gelombang tsunami diperkirakan masih berlangsung dan pembaruan informasi akan terus disampaikan. (ads)