
Kanalnews.co, JAKARTA – Pelatih John Herdman masih menyimpan rasa penasaran yang belum terbayar. Ia belum juga merasakan magisnya Stadion Utama Gelora Bung Karno dalam kondisi penuh sesak, sesuatu yang justru jadi impiannya sejak pertama menangani Timnas Indonesia.
Dalam ajang FIFA Series 2026, kenyataan berkata lain. Dua pertandingan yang digelar di SUGBK jauh dari kata penuh. Saat menghadapi Saint Kitts and Nevis national football team, tribun hanya diisi sekitar 26 ribu penonton.
Ironisnya, laga berikutnya melawan Bulgaria national football team justru mengalami penurunan, dengan sekitar 24 ribu suporter hadir.
Padahal, Herdman datang dengan ekspektasi tinggi yaitu bisa merasakan atmosfer “lautan merah” yang selama ini dikenal sebagai salah satu yang paling menggetarkan di Asia Tenggara. Harapan itu belum terwujud.
Meski begitu, pelatih asal Kanada itu tetap terpukau.
“Malam yang luar biasa. Saya belum pernah merasakan intensitas seperti ini sepanjang karier saya,” ujarnya usai laga kontra Bulgaria.
“Terima kasih kepada fans yang bertahan hingga larut malam. Semoga suatu saat saya bisa melihat stadion ini benar-benar penuh.”
Namun, rasa penasaran itu tampaknya belum akan terjawab dalam waktu dekat. Publik harus menunggu setidaknya beberapa bulan lagi, ketika Timnas Indonesia berpotensi kembali tampil di SUGBK pada Piala AFF 2026.
Jika tak ada perubahan venue dari PSSI, stadion kebanggaan Indonesia itu diprediksi kembali jadi kandang Garuda, dengan dua laga penting di fase grup melawan Kamboja dan Vietnam. (pht)



































