Foto Kemenpora

 

Kanalnews.co, JAKARTA – Dugaan kekerasan seksual yang menimpa seorang atlet kickboxing memicu reaksi keras dari Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir. Ia menilai kasus ini sebagai luka serius yang mencoreng wajah dunia olahraga nasional sekaligus memperlihatkan bahaya penyalahgunaan kekuasaan di lingkungan pembinaan atlet.

Erick mengaku terpukul setelah membaca kesaksian korban yang selama ini berjuang sendirian untuk mencari keadilan. Ia menegaskan, tindakan tersebut tidak hanya merusak masa depan atlet, tetapi juga meruntuhkan kepercayaan terhadap sistem pembinaan olahraga.

“Cerita atlet kickboxing tentang kekerasan seksual yang dialaminya sungguh membuat kita semua terluka. Saya merasakan kepedihan ketika membaca perjuangan korban untuk mendapatkan keadilan,” ujar Erick.

Ia menyoroti ironi besar karena sosok yang diduga menjadi pelaku justru memiliki jabatan strategis sebagai pelatih sekaligus pimpinan organisasi di tingkat provinsi. Kondisi ini, menurut Erick, menunjukkan betapa relasi kuasa dapat berubah menjadi alat intimidasi yang menekan korban.

“Kami mengecam keras penyalahgunaan kekuasaan ini. Dunia olahraga harus menjadi ruang yang aman, bermartabat, dan menjunjung nilai kemanusiaan,” tegasnya.

Erick menegaskan komitmennya untuk mendorong pembersihan total terhadap praktik kekerasan di lingkungan olahraga. Ia bahkan mengingatkan pelaku yang terbukti bersalah harus dikeluarkan selamanya dari ekosistem olahraga agar tidak kembali menimbulkan korban.

“Tidak ada toleransi bagi mereka yang memanfaatkan jabatan untuk melakukan kekerasan, termasuk kekerasan seksual. Mereka tidak boleh lagi dilibatkan dalam dunia olahraga seumur hidup,” kata Erick.

Kasus ini mencuat setelah atlet putri asal Jawa Timur berinisial VAP (24) akhirnya memecah kebisuannya melalui media sosial. Dalam pengakuannya, ia menyebut ketakutan terhadap posisi pelaku membuatnya lama memilih diam meski luka batin terus menghantui.

Sebelumnya kasus serupa lebih dulu menimpa sejumlah atlet panjat tebing. Pelaku tidak lain adalah pelatihnya sendiri yang kini telah ditetapkan tersangka. (sis)