Foto Persija

 

Kanalnews.co, JAKARTA – Label “anak papa” kembali menghantui Persija Jakarta. Sindiran lama yang sempat meredup kini mencuat lagi dan memantik reaksi dari jajaran manajemen Macan Kemayoran. Namun, Direktur Olahraga Persija Bambang Pamungkas memilih bersikap dingin dan menilai julukan tersebut sudah tidak relevan.

Isu ini kembali bergulir setelah Pembina Semen Padang Andre Rosiade menyinggung soal kedekatan sejumlah tokoh sepakbola dengan klub ibu kota itu lewat unggahan di media sosial. Sindiran tersebut disebut-sebut mengarah pada sosok Ferry Paulus yang kini menempati posisi strategis di operator kompetisi setelah sebelumnya lama berkecimpung di Persija.

Sebenarnya, cap “anak papa” bukan cerita baru bagi klub oranye tersebut. Pada masa lalu, label itu pernah ramai dibicarakan dalam pusaran kasus pengaturan skor di sepak bola nasional. Kala itu, sorotan publik tertuju pada penangkapan Joko Driyono, pejabat liga yang diketahui memiliki keterkaitan saham dengan Persija.

Kini, setelah sempat tenggelam, julukan itu kembali muncul dan menyeret nama Bambang Pamungkas. Sosok yang akrab disapa Bepe itu mengaku sudah kebal dengan cibiran serupa, karena ia bahkan sudah mendengarnya sejak masih aktif sebagai pemain.

“Saya tidak mau menanggapi hal seperti itu. Dari zaman saya masih bermain, istilah itu sudah ada. Menurut saya sudah terlalu basi untuk dibahas lagi,” ujar Bepe saat ditemui wartawan.

Gelombang sindiran terbaru juga datang dari Manajer Borneo FC Samarinda, Dandri Dauri. Ia melontarkan istilah tersebut saat terjadi polemik terkait penggunaan lapangan latihan di Jakarta International Stadium pada awal Maret lalu.

Meski begitu, pihak manajemen Persija memilih merespons dengan santai. Direktur klub Mohamad Prapanca bahkan menanggapi sindiran itu dengan nada bercanda, seolah tak ingin memperkeruh suasana.

“Ya memang kita semua anak dari bapak kita masing-masing. Jadi santai saja, tidak perlu dibesar-besarkan,” ucapnya singkat. (pht)