Foto tangkapan layar

Kanalnews.co, JAKARTA– Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara terkait pernyataan capres Anies Baswedan yang membandingkan pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait kenaikan gaji ASN dan TNI-Polri. Pemerintahaan saat ini lebih parah karena tak memperhatikan hal tersebut.

Sebelumnya, dalam ketiga capres, Anies menyebut kebijakan bagi TNI/Polri di era Jokowi lebih parah dibanding dengan era SBY. Kenaikan gaji TNI-Polri minim dilakukan.

“Tapi di sisi kebijakan, menurut saya lebih parah. Kenapa? Di era Pak SBY, kenaikan gaji terjadi sembilan kali. Selama era ini hanya naik gaji tiga kali, dan akan naik nanti tahun depan. Karena menjelang pemilu mungkin naik gajinya,” kata Anies.

Bahkan Anies juga membandingkan tunjangan kinerja (tukin) TNI/Polri dengan kementerian lainnya.

“Lihat Kementerian Keuangan, lihat Kementerian PUPR. Menteri-menterinya mengusahakan peningkatan tukin di mereka,” ujarnya.

Menanggapi pernyataan itu, Jokowi menyebut pemerintah punya pertimbangan sebelum mengambil kebijakan. Salah satunya soal kondisi eksternal dan ekonomi.

“Ya situasi fiskal kita, situasi ekonomi kan berbeda-beda, kita memutuskan kenaikan atau tidak menaikkan itu semua pasti dengan pertimbangan-pertimbangan yang matang,” kata Jokowi usai peresmian Tol Pamulang-Cinere Raya-Bogor, Senin (8/1).

“Kalau fiskal kita dalam posisi tertekan oleh eksternal misalnya kemarin oleh Covid, kemudian oleh perang dagang, kemudian oleh geopolitik yang tidak memungkinkan ya tidak mungkin kita lakukan,” katanya.

“Semuanya dengan pertimbangan-pertimbangan dan kalkulasi-kalkulasi yang matang,” katanya menegaskan. (ads)