Foto Antara

Kanalnews.co, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan
prosedur operasi standar (SOP) baru kepada SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) atau dapur makan bergizi gratis (MBG). Mereka wajib memiliki koki yang bersertifikat.

“Sudah diumumkan kemarin sore, semua koki yang di dapur harus bersertifikasi. Selain itu, ada kebijakan baru, yakni yayasan harus menyediakan koki pendamping,” kata Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang di Cibubur.

Dengan adanya koki bersertifikasi, maka diharapkan koki tersebut bisa memahami teknik memasak yang benar. Pasalnya selama ini masih banyak dapur MBG yang tidak mematuhi aturan memasak sehingga makanan menjadi terkontaminasi yang mengakibatkan keracunan.

“Karena yayasan sudah menerima manfaat dari kita sewa lahan bangunannya, dia harus ikut bertanggung jawab dengan menyediakan koki, mengapa? Supaya ini kontrolnya bukan hanya dari BGN, melainkan ada kontrol juga dari pihak mitra,” katanya.

“Makanan itu dari dimasak matang, maksimal enam jam harus langsung disantap. Kalau mereka mau memberikan makanan jam 07.00 atau 08.00 pagi, artinya mereka harus masak jam 02.00, tetapi yang terjadi, mereka masak sebelum jam 12.00, padahal kami sudah ada SOP-nya. Kalau dia chef yang bersertifikasi, dia tidak akan berani melakukan hal ini,” katanya.

Terkait SPPG yang melanggar aturan, Nanik memastikan BGN akan bertindak tegas. Ia berharap dengan segala evaluasi, kasus keracunan MBG tak terjadi lagi.

“SPPG diberhentikan dan kepala SPPG juga diberhentikan. Kami serius menangani hal ini, langsung kita tutup, kita akan tegas dalam hal ini dan tidak main-main, karena semua kalau mengikuti petunjuk teknis, dapur ini sangat higienis dan tidak mungkin terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” tuturnya.

“Kita sudah kerja sama dengan kepolisian, Badan Inteligen Negara (BIN), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dinas kesehatan. Di Bandung Barat ada dua dapur, pemiliknya satu yayasan, ini kita lagi investigasi, dapur sudah ditutup. Satu nyawa pun BGN sangat perhatian, satu nyawa sangat berarti bagi kami,” katanya. (ads)