
Kanalnews.co, JAKARTA – Basarnas mengungkapkan hasil analisis penyebab ambruknya bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Kegagalan kontruksi bangunan menjadi pemicu.
Kasubdit RPDO (Pengarahan dan Pengendalian Operasi) Bencana dan Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) Basarnas, Emi Freezer, mengungkapkan, gedung yang roboh itu terdiri atas tiga lantai plus satu lantai atap cor. Bangunan ambruk tersebut membentuk tumpukan yang dikenal dengan sebutan ‘pancake model’.
“Konstruksi bangunan yang utamanya dari empat lantai lalu kemudian akibat kegagalan konstruksi, ini jatuhnya adalah kegagalan konstruksi, kemudian berubah menjadi tumpukan atau istilah internasional itu pancake model,” ujar Freezer.
Dari pola runtuhan bangunan disebut Freezer lebih condong ke sisi kiri. Bahkan, kegagalan konstruksi sudah terlihat di bagian kolom utama di tengah bangunan.
“Nah, dari pancake model ini kalau kita lihat gravity of center-nya itu ada di posisi seperti dia posisi ke arah kiri. Kalau kita lihat dari sisi sebelah kanan ya,” katanya.
“Konstruksi yang ada di kolom utama tengah itu posisinya hampir berbentuk U-shape. Artinya kalau kita melihat konstruksi dari sebuah bangunan secara standarnya adalah apabila dia mengalami kegagalan konstruksi harusnya dia patah, bukan melengkung atau artinya kalau kita melihat ini adalah elastisitasnya sangat tinggi,” katanya. (pht)


































