Foto Kanalnews.co

 

Kanalnews.co, PROBOLINGGO – Suara polos salah seorang siswi TK asal Kecamatan Kraksaan pecah di tengah suasana riuh. Dengan wajah serius namun penuh keceriaan, ia menatap kain kecil di depannya.

“Kenapa ini kok gambarnya bebek, aku kan sukanya kelinci,” gumamnya sambil menipiskan bibirnya.

Begitulah suasana “Gebyar Membatik untuk Memperingati Hari Batik Nasional” yang digelar Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI)–Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Probolinggo, Kamis (2/10/2025).

Kegiatan ini memperlihatkan bagaimana anak-anak belajar, berkreasi, sekaligus mengekspresikan ketulusan hati mereka lewat kain putih berukuran 30×30 sentimeter.

Dengan kuas mungil, cat merah, biru, hijau hingga kuning memenuhi kain. Semuanya tampak bahagia. Jari-jemari belepotan cat tak jadi soal, karena wajah mereka lebih dulu dipenuhi senyuman.

Para guru setia mendampingi, di samping meja-meja kecil, sembari memberi arahan. Tak kalah menarik, terlihat seorang guru sambil berdiri di tengah peserta memberikan tos tangan semangati peserta.

Di belakang, beberapa orang tua tampak tersenyum bangga melihat putra-putrinya larut dalam kegiatan yang akan jadi sejarah dalam hidup mereka.

“Alhamdulillah, kegiatan ini membuat anak-anak lebih imajinatif, melatih kesabaran, ketelitian, dan juga kemandirian mereka,” kata Suprapti, Kepala TK Pembina 2 Kraksaan, turut mendampingi.

Kegiatan membatik ini diikuti 150 anak perwakilan dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Probolinggo, termasuk 12 lembaga TK dari Kecamatan Kraksaan.

Ketua IGTKI–PGRI Kabupaten Probolinggo, Elyzabeth Evelyn, menyebut acara ini bagian dari kegiatan serentak se-Jawa Timur.

“Tujuan utama kami adalah mengenalkan batik sejak dini agar anak-anak tumbuh mencintai budaya Indonesia,” ujarnya.

Goresan anak-anak itu mungkin tak berbentuk. Namun bagi mereka, setiap warna adalah cerita, setiap corak adalah imajinasi yang lahir dari hati yang tulus.

Pada tiap kain-kain kecil yang berwarna-warni itu, tersimpan harapan: semoga anak-anak ini kelak tumbuh menjadi generasi yang bukan hanya pintar, tapi juga bangga dengan budaya bangsanya.(Fafa)