
Kanalnews.co, JAKARTA – Angka kecelakaan lalu lintas pada arus mudik dan balik di Jawa Barat tercatat turun signifikan. Hal ini menandakan perjalanan masyarakat tahun ini jauh lebih aman dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar mencatat, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan selama periode mudik hingga arus balik hanya mencapai 13 orang. Angka ini merosot tajam dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 121 korban jiwa.
“Penurunan angka kecelakaan hingga 76 persen ini menunjukkan bahwa upaya pengamanan dan pengaturan lalu lintas selama Operasi Ketupat Lodaya berjalan efektif. Kami juga melihat meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berkendara secara aman,” ujar Raydian, Rabu (1/4).
Tak hanya itu, total kejadian kecelakaan juga mengalami penurunan drastis. Sepanjang Operasi Ketupat Lodaya 2026, tercatat 93 insiden kecelakaan, jauh lebih rendah dibandingkan 383 kejadian pada tahun sebelumnya.
Penurunan mencapai sekitar 76 persen disebut Raydian menjadi bukti pengamanan serta pengaturan lalu lintas selama masa Lebaran berjalan efektif. Selain itu, kesadaran masyarakat dalam berkendara juga dinilai semakin meningkat.
Meski angka kecelakaan menurun, polisi tetap mencatat adanya korban luka dari insiden yang terjadi. Dari 93 kecelakaan, sebanyak 34 orang mengalami luka berat dan 131 orang luka ringan.
Dari sisi kerugian materiil, tren penurunan juga terlihat jelas. Jika pada 2025 kerugian mencapai Rp695,7 juta, maka pada 2026 turun menjadi sekitar Rp311,6 juta, berkurang lebih dari separuh.
Beberapa wilayah seperti Bogor, Karawang, dan Subang masih menjadi titik dengan angka kecelakaan tertinggi. Namun secara keseluruhan, kondisi lalu lintas selama mudik tahun ini menunjukkan perbaikan signifikan.
Raydian menegaskan, capaian ini merupakan hasil kerja sama banyak pihak, mulai dari kepolisian, instansi terkait, hingga masyarakat. Ia pun mengingatkan agar budaya tertib berlalu lintas tetap dijaga demi keselamatan bersama di jalan raya. (pht)

































