KANALNEWS.co – Jakarta,  Ruang kreatif di Jakarta dinilai masih kurang ideal dari sisi kualitas maupun kuantitas, demikian disampaikan pejabat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Direktur Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya Kemenparekraf, Ukus Kuswara, idealnya setiap kawasan seperti di tingkat RT atau RW di Jakarta memiliki satu ruang kreatif yang bisa menjadi wadah bagi masyarakat untuk berkreasi atau mengekspresikan hasil karya kreatifnya.

“Ruang kreatif di Jakarta masih kurang sekali dan sama sekali tidak ideal,” katanya di Jakarta, Selasa (27/11/2012).

Menurutnya, konsep  balai desa dengan ruang terbuka atau ruang yang diperuntukkan sebagai wahana kreatif telah banyak yang ditinggalkan warga Jakarta, walaupun  konsep ini kuno, namun perlu di hidupkan kembali karna pada dasarnya konsep tersebut telah lama dikenal nenek moyang bangsa Indonesia yang menggunakan balai desa sebagai ruang kreatif.

“Mungkin saja sekarang masih ada beberapa ruang kreatif yang bagus di Jakarta tapi untuk masuk, warga harus bayar,” katanya.

Sebelumnya pada acara diskusi Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2012  yang berlangsung  di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, mengatakan, Jakarta akan segera memiliki ruang publik kreatif sebagai wahana bagi pelaku industri kreatif untuk mengekspresikan karya-karyanya.

“Saya bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sudah merancang ‘creative public space’,” kata  Jokowi.

Menurutnya, perlu pemerintah yang kreatif agar produk kreatif di Jakarta khususnya mempunyai ruang.

“Pemerintah perlu menciptakan ruang-ruang seperti ini,” katanya.

Sebab, semakin banyak ruang publik maka penciptaan produk kreatif akan semakin terdorong lebih banyak.

Ia mencontohkan Taman Fatahilah, Kota, Jakarta, dirancang memiliki ruang di halaman depannya yang bisa menampung Pedagang Kaki Lima (PKL), penjual industri rumahan, dan pelaku industri kreatif.

“Kita akan buat ruang-ruang publik kreatif mulai dari Blok M sampai Mayestik, kita akan lihat lapangannya seperti apa dan apakah bisa dipakai untuk show room bagi industri kreatif,” katanya.

Jokowi juga bertekad untuk dapat memunculkan kampung-kampung kreatif berupa kampung tekstil, kampung shopping, kampung backpaker, dan lain-lain.

“Kalau ini bisa digerakkan saya kira produk kreatif kita bisa langsung masuk dan diterima oleh pasar,” katanya.

 

Penulis : Dara Lidya

Editor : Herwan Pebriansyah