KANALNEWS.co, Jakarta- Mangga Dua Square menggelar pameran HerbalPameran Herbal untuk keempat kalinya baik itu obat-obatan maupun cara pengobatannya, yang digelar selama 3 hari di Mangga Dua Square Jakarta, pameran tidak hanya diikuti oleh peserta dalam negeri bahkan pengusaha herbal asal Malaysia juga ikut serta dalam pameran yang digelar 14-16 nopember.

Chief Operation Office  (COO) Mangga Dua Square, Antonius Chandra mengatakan, pihaknya selalu mendukung acara yang banyak memberi manfaat bagi masyarakat ini.

“Ini sudah keempat kalinya pameran Herbal digelar disini, sejak pertama kali digelar selalu mendapat sambutan dari para pengunjung, karena selain mereka menjual produknya, juga ada tawaran konsultasi dan pengobatan gratis. Kita selalu mendukung kegiatan yang bermanfaat ini” terang Antonius Chandra di Jakarta, Jumat (14/11/2014).

Bahkan kedepan menurut Antonius Chandra pihaknya juga siap mendukung jika Mangga Dua Square ini akan dijadikan Pusat Herbal Indonesia. “Kita tahu pengobatan Herbal sekarang banyak peminatnya, dan saya siap menyediakan tempat jika para pengusaha Herbal ingin membentuk pusat Herbal disini”.

Pameran Herbal tahun ini diikuti oleh 25 peserta dari Indonesia dan Malaysia. Untuk peserta dari Malaysia mereka mengambil segmen pasar kelas menengah atas. Muhammad Reza Baba perwakilan asal Malaysia menyatakan, kelas yang disasar adalah kelas menengah ke atas.

“Kita tahu Herbal dan jamu-jamu Indonesia umumnya menyasar kelas menengah kebawah, oleh sebab itu kita tidak angin bersaing di segmen ini. Kita membidik kelas menengah keatas, apalagi di Jakarta banyak kelas menengahnya, memang perlu kerja keras untuk meyakinkan kelas menengah untuk mau memanfaatkan pengobatan Herbal, karena mereka lebih suka berobat ke rumah sakit umum” terang Reza.

Menurut Reza, Herbal di Indonesia perkembangan nya sudah sangat bagus, namun masih ada sedikit kekurangannya yakni dari masalah uji klinis. “Kita tidak sangsikan lagi jamu-jamu atau Herbal asli Indonesia, tetapi saya lihat masih sedikit yang dilakukan pengujian dengan kemajuan Teknologi. Di Malaysia kini Herbal masuk Rumah sakit untuk diuji, target kita 2020 Herbal sudah bisa jadi obat yang disarankan dari Rumah sakit”. (FIT)