KANALNEWS.co, Jakarta – Setelah ditunggu-tunggu PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) dan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) selaku produsen dan Agen Pemegang Merek (APM) Suzuki di Indonesia resmi meluncurkan mobil MPV (Multi Purpose Vehicle) 7-seater andalannya, Suzuki Ertiga. Mobil yang bermain di segmen bawah ini sengaja di design secara khusus untuk konsumen di Indonesia.

“Kami mencoba mempelajari citarasa dan gaya hidup warga Indonesia. Kami yakin Ertiga bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan atas sebuah kendaraan penumpang. Ertiga ini juga kami tujukan terutama bagi keluarga muda yang sedang menuju puncak sukses dalam karirnya,” ujar Presiden Sirektur SIM dan SIS, Utsumi Akira saat peluncurandi Ballroom Hotel Gran Melia, Jakarta, Minggu (22/4).

Utsumi mengatakan, jumlah penduduk yang besar dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi menjadikan Indonesia sebagai pasar yang menjanjikan bagi industri otomotif. Ini bisa dilihat dari pertumbuhan yang begitu pesat terhadap kendaraan roda empat, terutama kelas low MPV adalah penyumbang terbesar.

“Pilihan para pemburu mobil low MPV akan semakin banyak dengan kehadiran Ertiga. Kami yakin, Ertiga akan mendapatkan tempat di hati masyarakat Indonesia yang yang tidak mempunyai pilihan lain yang lebih baik di kelas low MPV ini,” ujarnya.

Mobil yang akan bersaing dengan Toyota Avanza, Daihatsu Xenia dan Nissan Grand Livina ini bakal menjadi andalan Suzuki di pasar kelas kendaraan penumpang. Karena varian terbaru ini memiliki keunggulan yang tak dimiliki kendaraan di kelasnya. “Ertiga adalah kendaraan penumpang dengan kenyamanan sedan,” ujar Sales Director SIS & SIM, Davy Tuilan.

Dari sisi tampilan, Ertiga berbeda dengan kendaraan MPV lain. Sekilas penampilan depannya mirip Suzuki Swift. Sedangkan penampilan belakangnya hampir menyerupai Suzuki SX-4. Menurut Davy, Ertiga lebih aerodinamis dibandingkan dengan pesaingnya. Tak hanya itu, visibilitas berkendaranya juga cukup baik.

Lanjut ke suspensi. Ertiga mengaplikasi diameter stabilizer joint pipe pada suspensi depan (MacPherson Struts with coil springs) besar guna memastikan mobil tetap dapat dikendalikan dengan mudah, menjamin durabilitas dan rigiditas yang baik saat dikendarai meskipun ditumpangi oleh banyak orang. Sementara suspensi belakang (Torsion beam with coil springs) menggunakan Hub Bearing berkapasitas besar.

Kombinasi ini menghasilkan kenyamanan dalam berkendara dan kendaraan tetap dapat dikendarai dengan mulus meskipun berjalan dalam kecepatan tinggi dan melewati jalan dalam berbagai kondisi.  Selain itu struktur suspensi pada High-speed Cornering mengurangi akibat perputaran body (body rolling effect), sehingga menimbulkan ketenangan dalam berkendara (safe drivability).

Kemudi Ertiga juga dilengkapi pengatur volume dan mode radio. Sedangkan pada panel instrumen dilengkapi multi-information display (MID) berisi temperatur, konsumsi bahan bakar, dan jarak tempuh kendaraan. Untuk menambah kenyamanan berkendara, Ertiga dilengkapi audio double DIN dengan CD player, USB, dan aux-in.

Pada baris kedua, kursi bisa dimaju-mundurkan sesuai dengan keinginan. Jarak pijak tak membuat kaki menekuk. Namun pada baris ketiga jarak pijak terasa sempit bagi orang dewasa. Kenyamanan berkendara masih ditambah dengan kelengkapan keamanan. Ertiga sudah dilengkapi kantong udara (airbag) untuk pengemudi dan penumpang depan. Untuk rem, kendaraan ini sudah dilengkapi ABS, EBD, dan BA.

Namun, di balik kelebihannya sebagai kendaraan tujuh penumpang, semburan penyejuk kabin Ertiga masih terasa kurang. Hal ini karena kendaraan tersebut tak memiliki tambahan penyejuk kabin pada bagian tengah (double blower). Tak hanya itu, ruang bagasi Ertiga sangat terbatas untuk memuat barang bawaan. Sedangkan bagi penggemar kendaraan otomatis, kendaraan ini tak bisa menjadi pilihan. Sebab, Ertiga hanya menyediakan transmisi manual untuk semua tipe.

Ertiga ini dibekali mesin tipe K14 berkapasitas 1.373 cc dengan sistem mekanisme Air Intake VVT.  Tenaga yang dihasilkan sebesar 95 PS pada 6.000 rpm dan mampu menelurkan torsi sebesar 130 Nm pada 4.000 rpm. Untuk tahap awal, Suzuki Indonesia cuma menawarkan transmisi manual 5-percepatan.

“Siapapun yang melihat sekilas akan tahu Ertiga adalah kendaraan penumpang,” ujar Chief Designer, Vehicle Line II Suzuki Motor Corporation, Hisanori Matsushima.

Dikatakannya, Ertiga ini didukung performa NVH (Noise, Vibration, Harshness). Artinya,  Ertiga telah dilengkapi dengan perlengkapan anti-bising yang telah lulus uji kebisingan dengan cara mengidentifikasi sumber dan tingkat kebisingan dari luar kendaraan seperti suara roda, suara angin dan lain-lain dimana tes ini dilakukan dengan menggunakan berbagai macam sensor mikrofon.

Selain itu, Ertiga juga sudah dilengkapi dengan perlengkapan anti-getar yang sudah lulus uji dengan cara mengukur getaran dan tingkat guncangan ban dan mesin pada saat dikendarai di berbagai kondisi jalan sehingga tercipta ruang kabin Ertiga yang nyaman dan senyap.

“Material anti korosi juga digunakan pada bagian bawah badan kendaraan. Untuk meningkatkan ekonomi bahan bakar, aerodinamis juga menjadi salah satu kunci, sehingga kami menguji aerodinmasi berulang kali untuk memaksimalkan karakter aerodinamis tersebut,” ungkapnya.

Atas kelebihan yang ada didalam mobil tersebut, mobil yang terdiri dari tiga tipe varian, ini ditawarkan mulai dari harga Rp143 juta (GA type), Rp153 juta (GL type) dan Rp 165 juta (GX type). Semuanya dalam kondisi on the road untuk wilayah  Jakarta.

Harga mobil yang dirakit secara terurai utuh (CKD) di pabrik Suzuki Tambun, Bekasi ini cukup kompetitif dan relatif murah dibandingkan dengan MPV sekelasnya. “Harga Ertiga ini tidak hanya kompetitif di Jabodetabek, tapi di seluruh wilayah indonesia. Yang membedakan hanyalah ongkos kirim dan pajak daerahnya saja,” tutur Marketing Director & Dealer Development PT SIM & SIS,  Endro Nugroho.

Endro menambahkan, sejak 10 Februari lalu, pihak Suzuki Indonesia telah menentukan harga untuk Ertiga di seluruh Indonesia seperti di Jakarta, Medan, Surabaya, Makassar, Manado, dan beberapa kota besar lainnya. Hal ini dilakukan untuk tetap menyelaraskan harga Ertiga di seluruh wilayah Indonesia.

“Ini merupakan suatu terobosan yang pertama bagi kami. Perbedaan harga di masing-masing kota di Indonesia ini bukan karena faktor apa-apa, melainkan faktor penambahan biaya pengirimannya saja,” ujar Endro.

Endro optimistis Ertiga mampu merebut pasar MPV di Indonesia. “Karena Ertiga memiliki kelengkapan yang tak dimiliki kendaraan lain. Sejak diperkenalkan pada Februari lalu, jumlah pesanan Ertiga terus melonjak. Data inden kami sudah mencapai 5.000 unit di seluruh Indonesia. Mereka sudah kasih DP (down payment) sebesar Rp5 juta. Kalau yang kasoh DP dibawah itu sudah tidak kehitung lagi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Davy juga menambahkan bahwa perubahan harga di daerah dan di Jabodetabek akan sangat bervariatif, karena tergantung biaya ongkos pengiriman ke berbagai daerah. Namun pihaknya berjanji perbedaan harga yang terjadi tidak begitu besar dan tetap disesuaikan dengan biaya pengiriman.

“Kami akan tetap memantau harga Ertiga ini diseluruh Indonesia. Kami harapkan walaupun adanya perbedaan harga tidak akan beda jauh dengan yang di Jabodetabek,” ujar Davy sembari menyebutkan bahwa target penjualan ertiga hingga akhir tahun dipatok 50 ribu unit.

Sementara itu Representative Director and Exectutive Vice President Suzuki Motor Co, Toshihiro Suzuki, mengatakan bahwa Suzuki menyadari persaingan pada segmen low MPV sangat berat karena kehadiran duet Avanza – Xenia yang telah eksis cukup lama sejak 2004.

“Kami sangat berharap pasar Suzuki bertumbuh dengan kehadiran Ertiga. Namun, sejauh ini kami belum berpikir untuk menjadi nomor satu pada segmen low MPV. Kami hanya ingin membangun kepercayaan konsumen menjadi lebih kuat dengan kehadiran Ertiga,” tuturnya. (Ranoe Nirawan)