Kanalnews.co, DESA KARACAK– Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPKO) Forest Management Students’ Club (FMSC) manajemen hutan IPB menggelar pelatihan digital marketing intensif. Kali ini menyasar masyarakat di Desa Karacak, Kabupaten Bogor.
Pelatihan ini bertujuan membekali generasi muda desa dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengelola website dan menjalankan pemasaran digital secara efektif. Dengan begitu, dapat meningkatkan daya saing produk lokal desa dan membuka peluang usaha baru berbasis online.
FMSC secara konsisten berupaya meningkatkan kapasitas organisasi mahasiswa dalam berbagai bidang, termasuk pemberdayaan masyarakat. Pelatihan digital marketing ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan pengabdian berjudul “Optimalisasi Hasil Hutan Bukan Kayu pada Hutan Rakyat Berbasis Desa Agropolitan di Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor” di bawah bimbingan Fitta Setiajiati, S.Hut., M.Si, dosen sekaligus komisi kemahasiswaan Departemen Manajemen Hutan IPB.
Materi pelatihan yang disampaikan oleh mitra dari Digdaya.co mencakup berbagai aspek penting dalam dunia digital marketing, mulai dari dasar-dasar pembuatan website hingga strategi pemasaran digital yang efektif. Peserta diajarkan cara membuat website yang menarik dan informatif, mengelola konten secara profesional, serta memanfaatkan berbagai platform digital untuk mempromosikan produk atau jasa.
Selain teori, peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktik langsung sehingga dapat langsung menerapkan ilmu yang diperoleh.
Muhammad Ryan Ridwan, perwakilan dari FMSC, berharap agar Desa Karacak dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap Desa Karacak dapat menjadi desa digital yang maju dan mandiri,” ujarnya.
Senada dengan Ryan, Sri Haryati, salah satu peserta pelatihan yang tergabung dalam Kelompok Pemasaran Muda, merasa sangat antusias dan termotivasi untuk mengembangkan potensi desanya.
“Saya akan mencoba membuat website untuk produk turunan khas desa kami,” ungkap Sri Haryati.
Keberhasilan pelatihan ini mendorong FMSC dan mitra, Digdaya.co, untuk melanjutkan program pemberdayaan masyarakat di Desa Karacak, yang terkenal sebagai penghasil durian dan manggis unggul di Jawa Barat. Pelatihan lanjutan diadakan pada tanggal 8, 23, dan 30 Agustus 2024.
Pelatihan lanjutan ini berfokus pada eksekusi dari materi yang telah disampaikan sebelumnya, yaitu pembuatan media sosial, toko online, dan pengembangan website untuk produk turunan yang dibuat ibu Kelompok Pemilah.
Adapun produk turunan meliputi teh dan sirup dari ekstrak buah manggis, keripik melinjo rasa balad, kue noga, keripik pisang balado, keripik pisang manis rasa coklat, opak singkong, enye-enye, serta dodol dari buah sirsak dan tomat. Peserta akan dibimbing secara intensif dalam membangun brand produk turunan mereka, mengelola toko online, serta menjalankan kampanye pemasaran di media sosial.
Dengan adanya pelatihan ini, para pemuda Desa Karacak diharapkan dapat menjadi agen perubahan dan berkontribusi dalam pembangunan desa yang berkelanjutan. Kemampuan digital yang dimiliki akan sangat bermanfaat dalam memperkenalkan potensi desa ke dunia luar dan membuka peluang pasar yang lebih luas. (ads)




































