KANALNEWS.co, Solo – Manajemen PT Persis Solo Saestu (PSS) resmi membubarkan tim sebagai dampak pembekuan PSSI oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan juga masih belum adanya kejelasan kapan kompetisi sepak bola di Tanah Air akan kembali berlangsung.
Sebelumnya, Direksi PT Persis Solo Saestu mengumpulkan seluruh pengurus dan pemain tim berkostum merah merah tersebut dengan mengadakan rapat secara tertutup di Balai Persis Solo, Minggu (10/5/2015).
“Pembubaran tim Persis Solo musim kompetisi tahun ini, karena dampak pembekuan PSSI sehingga membuat aktifitas sepak bola di Indonesia dihentikan seluruhnya,” kata Menurut Chief Eksekutif Officer (CEO) PT Persis Solo Saestu, Paulus Haryoto.
Menurutnya, dampak dari dihentikannya kompetisi membuat tim Persis Solo kesulitan untuk mencukupi kebutuhan operasional klub terutama gaji untuk pemain/bulan namun pihaknya tetap akan membayar gaji pelatih dan pemainnya untuk periode April-Mei.
Andrid Wibowo salah satu pemain sayap Persis Solo, saat dimintai konfirmasi soal pembubaran timnya, menyatakan, pasrah dengan keputusan pihak manajemen. Ia hanya bisa pasrah dengan menerima 50 persen gajinya bulan ini, dan kekurangannya akan dibayar jika ada kegiatan turnamen.
“Saya fokus latihan sendiri maupun dengan sesama pemain untuk menjaga kondisi fisik tetap prima,” tandasnya. (Herwan)






































