
Kanalnews.co, JAKARTA- Wali Kota Tangerang Sachrudin akhirnya menginjak pedal darurat dengan menetapkan status siaga hidrometeorologi untuk empat bulan ke depan. Keputusan ini muncul setelah BMKG mengeluarkan sinyal keras jika curah hujan diprediksi melonjak akibat anomali iklim global.
“Tren banjir dan angin kencang tahun ini sudah tidak wajar. Kalau kita anggap enteng, kita sendiri yang rugi,” tegas Sachrudin dalam apel siaga di Situ Cipondoh, Rabu (10/12).
Ia menegaskan status siaga bukan seremoni, tetapi peringatan keras agar seluruh aparatur dan warga berhenti bersantai.
Di depan ratusan personel, Sachrudin menyampaikan kritik pedas soal pola penanganan bencana. Ia menyebut kesiapsiagaan sering kali hanya ramai di awal, lalu mengendur saat kondisi dianggap aman.
“Musibah itu pintar memilih celah. Begitu kita lengah, air setinggi mata kaki pun bisa berubah jadi bencana,” ujarnya.
Sachrudin juga menyorot persoalan klasik yang tak kunjung selesai yaitu sampah menumpuk, drainase tak terurus, dan sedimentasi yang dibiarkan. Ia menyebut faktor manusia sebagai biang terbesar meningkatnya risiko bencana.
“Bencana bukan cuma urusan alam. Banyak yang terjadi karena kelakuan kita sendiri saluran mampet, sampah menumpuk, lingkungan tak dipedulikan,” katanya.
Oleh karena itu, ia menginstruksikan camat dan lurah untuk segera memperketat pengawasan wilayah. Tidak boleh ada laporan yang dipoles atau ditutup-tutupi. “Kalau ada drainase mati dibiarkan, itu kelalaian. Titik.”
Lebih dari 700 personel bergabung dalam apel tersebut. Sachrudin mengingatkan di musim bencana, perebutan peran dan ego instansi tak boleh muncul.
“Bencana tidak bisa dihadapi sendirian. Kalau masih ada yang sibuk membanggakan sektornya masing-masing, itu sama saja mengundang masalah.”
Dalam langkah yang jarang dilakukan pemerintah daerah, Pemkot Tangerang turut mengirimkan tim BPBD dan tenaga medis ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Bencana tidak kenal batas. Kalau daerah lain runtuh, kita ikut merasakan. Ini soal kemanusiaan,” ujar Sachrudin. (ads)




































