
Kanalnews.co, JAKARTA – Penanganan evakuasi warga terdampak erupsi Gunung Semeru berlangsung di banyak lokasi berbeda. Hingga Rabu (19/11) malam, tercatat 1.156 warga telah dipindahkan ke berbagai titik pengungsian di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro, menandai upaya distribusi evakuasi yang cukup luas.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, mengatakan pendataan menunjukkan para pengungsi tersebar di tujuh lokasi utama dengan kapasitas dan kondisi yang berbeda-beda.
Titik paling padat berada di Masjid Ar-Rahmah, Desa Oro-Oro Ombo, yang menampung sekitar 500 jiwa, hampir setengah dari total pengungsi.
Beberapa lokasi lain menampung jumlah yang lebih kecil namun dengan kebutuhan khusus, seperti Balai Desa Oro-Oro Ombo yang menampung sekitar 200 orang, termasuk puluhan balita, ibu hamil, hingga warga dengan kondisi kesehatan kronis.
Distribusi pengungsi lainnya meliputi:
SDN 04 Supiturang – sekitar 100 jiwa
SDN 02 Sumberurip – sekitar 200 jiwa
Kantor Kecamatan Candipuro – 101 jiwa
Rumah Kepala Desa Sumbermujur – 55 jiwa
Sementara itu, warga yang sempat ditampung di Balai Desa Penanggal sudah kembali ke rumah.
Pemerintah daerah dan petugas gabungan tampak fokus bukan hanya pada pemindahan warga, tetapi juga pada pengaturan penempatan agar tiap lokasi tidak kelebihan kapasitas. Arus evakuasi dilakukan bertahap demi mencegah penumpukan massa di satu titik.
Dalam proses evakuasi tersebut, dua warga Kediri Haryono (48) dan Normawati (43) mengalami luka bakar ketika melintas di area Gladak Perak, dan kini dirawat intensif di RSUD Haryoto.
Meski getaran banjir telah mereda pada malam hari, Semeru tetap berstatus Level IV (Awas). Akibatnya, seluruh jalur pendakian termasuk akses menuju Ranu Kumbolo ditutup penuh.
BPBD Jawa Timur telah mengerahkan unit BPBD ONE dan bantuan logistik untuk memperkuat penanganan di titik-titik pengungsian yang kini menjadi pusat aktivitas warga terdampak. (ads)




































