Kanalnews.co, TUBAN-Perkumpulan awak media di Kabupaten Tuban, yang tergabung dalam Ronggolawe Pers Solidarity (RPS), mengajak pelajar berwawasan literasi digital. Program yang dijalankan bekerjasama dengan, PLN Nusantara Power, Kementrian Agama, Dinas Pendidikan, PT PRPP dan PT TPPI Tuban itu, menyasar puluhan pelajar dari sejumlah sekolah menengah, dengan pusat kegiatan di SMK Mambail Futuh, Jenu.

Ketua Ronggolawe Pers Solidarity, Khoirul Huda mengatakan, pelajar di era digital seperti saat ini sangat perlu memahami apa itu literasi digital, dan bagaimana beraktifitas di ruang digital tersebut. Sebab kurangnya pemahaman maupun kesalahan dalam penggunaan teknologi akan berdampak buruk bagi penggunanya itu sendiri.

“Ayo belajar bersama-sama agar kemampuan literasi informasi pelajar SMK meningkat,” kata Khoirul Huda.

Menurut Khoirul Huda, para netizen belum seluruhnya mampu membedakan produk pers dan media sosial. Potongan informasi yang disampaikan di sosial media itu menurut Huda, baru sebatas info awal, kekurangan literasi digital akan membuat info ditelan mentah, sehingga tidak jarang pula netizen gagal paham atas informasi yang baru sepenggal dari media sosial.

“Manfaat literasi digital untuk pelajar adalah pelajar dan guru dapat menguasai pelajaran mereka dalam proses belajar mengajar. Selain itu juga agar lebih positif dan aman bermedia sosial,” ungkap Huda ini.

Di lokasi yang sama, Kepala SMK Mambail Futuh, Moh. Maghfur Arifin mengatakan, saat ini semua orang dapat menjadi pewarta. Seorang pewarna pada prinsipnya memberitakan atau menginformasikan ke orang lain informasi yang ia dapatkan. Arifin meminta peserta serius mengikuti kegiatan tersebut, agar wawasan literasi digital peserta semakin baik.

“Sebuah peristiwa bisa difoto dan disampaikan di media sosial. Dalam kegiatan ini, peserta akan diajarkan bagaimana cara menjadi pewarta yang baik. Tidak hanya bentuk gambar, juga dalam bentuk digital,” ujar Maghfur.

Kegiatan RPS Tuban itu diapresiasi oleh Umi Kulsum dari kementrian Agama Kabupaten Tuban. pihaknya mengaku, Kemenag belum menyentuh hingga literasi informasi digital ke madrasah, dan berterimakasih kepada awak media penyelenggara kegiatan itu, karena telah mengawalinya.

“Ke depan Kemenag bisa kolaborasi dengan ronggolawe pers Tuban dalam literasi informasi madrasah. Tuban memiliki 5.000 guru lebih yang harus dilatih membuat konten yang menarik untuk menunjang pembelajaran yang produktif,” kata Umi. (LH)