Kanalnews.co,Tuban– Ahmad Solikin (32), warga Desa Sendang, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, tengah serius mengerjakan tugas ujian dirumahnya, sebagai salah satu peserta didik Pusat Kegiatan Belajar Masyaakat (PKBM) Adhiyaksa Tuban. Ahmad solikin memiliki kewajiban dan tugas yang sama seperti peserta didik lainya, salah satunya adalah proses ujian, meski memiliki keterbatasan fisik, Selasa (17/01/2023).

Sebagai penyandang disabilitas, Ahmad Solikin memiliki semangat yang kuat, untuk dapat mengenyam pendidikan dan memiliki ijazah SMP atau ijazah Kesetaraan Paket B. Keterbatasannya tak pernah menjadi penghalang, melalui PKBM Adhiyaksa, Ahmad Solikin belajar bersama sejumlah warga lainya agar dapat merasakan sekolah dan memperoleh Pendidikan.

Sekitar tiga jam, pemuda yang juga hobi melukis itu menuntaskan ujian empat mata pelajaran. Dalam proses ujian dia didampingi Tutor PKBM Ulil Abror Al Mahmud.

“Ini ujian yang pertama. Besok ujian Kejar Paket B berikutnya,” kata Ulil Abror Al Mahmud.

Dijelaskan Ulil, Sholikin merupakan siswa yang terdaftar di PKBM Adhiyaksa tahun 2022 di wilayah Kecamatan Montong, namun karena keterbatasan dan jarak rumahnya dengan pusat Pendidikan, Sholikin hanya mamu mengikuti pendidikan dari rumahnya, dengan cara tutor Pendidik yang datang kerumahnya untuk memberikan materi pembelajaran.

“Dua kali dalam seminggu saya ke rumah untuk memberikan materi pembelajaran sesuai dengan kurikulumnya,” tutur Gus Ulil, sapaan akrabnya

Sementara, Direktur PKBM Adhyaksa Tuban, Cipnal Muchlip M, S.E., M.M. menjelaskan, warga belajar PKBM Adhyaksa Tuban tidak dipungut biaya atau gratis 100%. Selain dalam rangka pengabdian diri untuk membantu masyarakat juga membantu daerah dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Kita akan membuat kesepahaman bersama dengan para pihak, agar lulusan kami selain dapat ijazah juga kartu keluarga (KK) mereka sudah update. Sehingga data kependudukan ikut update,” kata Cipnal.

PKBM Adhyaksa Tuban saat ini memiliki hampir 300 warga belajar. Dengan kelas di wilayah Kecamatan Montong dan Kecamatan Parengan. Rencana tahun ajaran baru akan membuka kelas di wilayah Kecamatan Bancar. Sedangkan di Kecamatan Singgahan akan kerjasama dengan salah satu pondok pesantren seluruhnya diselenggarakan secara gratis.

“Kita berupaya meski swadaya terbatas, selain pendidikan akademik juga kita wujudkan pelatihan keahlian untuk bekal hidup,” imbuh Cipnal ini.

Untuk diketahui, Ahmad Sholikin adalah penyandang disabilitas dengan kekurangan pada kaki. Namun demikian semangat sholikin utuk belajar tidak pernah surut termasuk untuk memperluas pengetahuan tentang seni melukis melalui berbagai literatur. (LH)