KANALNEWS.co, Jakarta – Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat melepas kontingen besar DKI Jakarta menuju Pekan Olahraga Nasional XIX di Jawa Barat, pada 17-29 September 2016. Djarot berharap kontingen DKI mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya.

“Ini tantangan yang kalian harus hadapi dan buktikan bahwa atlet DKI Jakarta tidak takut untuk berlaga dimana pun,” kata Wagub di Balaikota Jakarta, Kamis (15/9/2016).

Wagub optimistis atlet yang dikirimkan ke kejuaraan empat tahunan ini sudah siap bersaing meski banyak tekanan yang harus dihadapi pasalnya nomor andalan tim DKI Jakarta banyak yang tidak dipertandingkan pada PON Jawa Barat.

“Ada cabang olahraga yang dipertandingkan di SEA Games dihapus dari daftar pertandingan. Banyak bermunculan cabang olahraga baru yang dipertandingkan. Saya meminta agar para atlet jangan putus asa. Tetap berjuang demi DKI Jakarta,” tegasnya.

Kontingen DKI Jakarta meraih emas pertama dari cabang renang yang dipersembahkan oleh Gagarin Nathaniel dan raihan emas ini dijadikan kontingen DKI Jakarta sebagai modal untuk mempertahankan gelar juara umum pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat.

“Apapun yang dilakukan tim lawan, kita harus tetap fokus dan lakukan yang terbaik. Emas dari cabang renang harus menjadi motivasi kuat untuk meraih emas berikutnya,” kata Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Raja Sapta Ervian.

Eyi sapaan akrab Raja Sapta Ervian mengatakan, PON bukan semata hanya membawa kepentingan daerah, namun lebih dari itu karena akan membawa nama DKI Jakarta untuk mewakili Indonesia pada kejuaraan yang levelnya lebih tinggi mulai SEA Games, Asian Games hingga Olimpiade.

“Target atlet DKI tidak hanya PON, tapi bisa mewakili Indonesia di SEA Games, Asian Games bahkan Olimpiade,” kata Eyi.

DKI Jakarta mengirimkan 905 atlet yang terbagi dalam beberapa rombongan. Khusus untuk yang dilepas oleh Wakil Gubernur Djarot Syaiful Hidayat, jumlah kontingen yang dilepas sebanyak 350 atlet. Atlet lainnya sesuai rencana akan diberangkatkan menuju Bandung dan sekitarnya pada Senin (19/9). Hal tersebut dilakukan karena waktu dan tempat pelaksanaan pertandingan tidak sama. (Herwan)