KANALNEWS.co, Jakarta- National Basketball League (NBL Indonesia) Indonesia Musim Kompetisi 2014/2015 akan digelar 3-7 Desember ini di Jakarta. Tim-tim unggulan telah mempersiapkan dengan baik, bahkan ada tiga tim papan atas yang akan menggunakan pemain naturalisasi yakni pemain keturunun atau berdarah Indonesia yang sebelumnya berkewarganeraan asing kini pindah menjadi warga Negara Indonesia. ketiga tim yang akan menggunakan pemain naturalisasi adalah Aspac Jakarta, Pelita Jaya Jakarta dan CLS Surabaya.
Aspac Jakarta juara dua musim terakhir NBL Indonesia memang layak jadi kandidat kuat juara, selain pemainnya yang kompak juga kini diperkuat dua pemain Naturalisasi asal Filipina. Namun rasa optimis juga muncul dari pesaing utama Aspac Jakarta, yakni juara dua musim awal NBL Indonesia, Satria Muda Britama. Tim yang bermarkas di Britama Arena Kelapa Gading Jakarta ini optimis juara walau tanpa diperkuat pemain naturalisasi.
Kepada wartawan, Kapten Tim Satria Muda Britama, Christian Ronaldo Sitepu menyatakan rasa optimisnya untuk merebut juara tahun ini. “Dengan materi yang ada saat ini, dan persiapan yang telah kita lakukan, kita optimis dengan kekuatan sendiri. Walau tanpa adanya pemain naturalisasi kita yakin dapat menghentikan laju mereka. Kita yakin setelah dua tahun lepas gelar juara dari tangan Kita, Tahun ini saatnya Satria Muda Britama juara”.
Sementara itu assisten pelatih Satria Muda Britama, Youbel Sondakh memiliki pendapat pribadi tentang maraknya pemain naturalisasi yang direkrut klub-klub NBL Indonesia. “Menurut saya merekrut pemain Naturalisasi itu tujuan utamanya harus lah kepentingan nasional. Kita rekrut mereka tujuan utamanya, pemain tersebut harus mau dan mampu mengangkat prestasi tim basket nasional Indonesia, diberbagai ajang internasional. Bukan sekedar untuk prestasi klub, apalagi kalau hanya untuk bersaing di Indonesia” terang Youbel. (FIT)




































