KANALNEWS.co, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menunjuk mantan Pelaksana Tugas Sekretaris Menpora Sakyan Asmara untuk memimpin tim Ad Hoc Olympic Centre yang salah satu tugasnya adalah menyusun perencanaan dan langkah strategis terkait pembangunan Olympic Centre.

Tim ini bertanggungjawab dan berkewajiban menyampaikan laporan kepada Menpora.

Surat Keputusan Menpora RI Nomor 97 Tahun 2016 tentang pembentukan tim Ad Hoc Olympic Centre yang ditandatangani Menpora pada 31 Oktober dan dipublikasi pada Selasa (1/11) itu juga menyebutkan, Sakyan menjadi koordinator dan posisi sekretaris ditempati oleh Yuni Poerwanti serta tiga anggota yaitu Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora Gatot S Dewa Broto, pengusaha Francis Wanandi dan mantan atlet Lukman Niode.

“Tim ini akan langsung bertugas sesuai dengan tugas dan fungsinya yang menyusun perencanaan dan langkah strategis berupa kajian akademik, pemetaan kebutuhan, penetapan lokasi, penetapan cabang olahraga prioritas, unggulan dan potensial, jangka waktu hingga progres report perkembangan Olympic Centre,” kata Gatot S Dewa Broto di Jakarta, Selasa (1/11/2016).

Gatot menambahakan, tim juga harus melaksanakan koordinasi dan konsultasi dengan pihak terkait guna percepatan terbentuknya Olympic Centre yang nantinya akan menjadi pusat pembinaan atlet Indonesia dan akan dibangun di kawasan Pusat Pengembangan Pemuda dan Olahraga Nasional (PP-PON) milik Kementerian Pemuda dan Olahraga di kawasan Cibubur, Jakarta Timur.

“Pembangunan sebenarnya sudah berjalan. Khusus untuk tahap satu ini, pelaksana pembangunan dan renovasinya dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Sesuai dengan rencana, pembangunan tahap satu tuntas akhir tahun ini. Untuk tahun depan, Kemenpora yang akan melengkapi,” jelas Gatot.

PP-PON menjadi Olympic Centre setelah kawasan Gelora Bung Karno direnovasi untuk keperluan Asian Games 2018. Momen ini dijadikan pemerintah menjadi tonggak pembuatan tempat pemusatan latihan yang bagus sesuai dengan standar berikut fasilitas pendukungnya seperti sport science hingga anti doping.

Meski belum tuntas, beberapa cabang olahraga unggulan mulai difokuskan berlatih di PP-PON angkat besi salah satunya. Cabang olahraga unggulan ini bahkan telah memindahkan semua peralatan latihan meski saat ini masih sedikit kendala terkait dengan penginapan atlet. Selain angkat besi di lokasi itu juga untuk latihan panahan dan taekwondo. (Herwan)