KANALNEWS.co, Lisboa – Pereli Indonesia yang tergabung dalam Fastron World Rally Team, Rifat Sungkar yang didampingi navigator asal Australia, Scott Backwitth akhirnya mampu menyelesaikan ajang Vodafone Rallye de Portugal, Minggu (1/4). Ini merupakan kiprah pertama Rifat/Scott turun di ajang reli dunia dari rencana enam seri yang diikutinya selama musim 2012 ini.
Rifat mengatakan bahwa targetnya untuk dapat mencapai finish dan sekaligus sebagai pengalaman untuk menimba ilmu di ajang reli dunia ini merupakan suatu pengorbanan yang sangat tinggi. Bayangkan, di hari pertama reli yang mulai digelar Kamis (29/3) lalu saja dirinya sudah menghadapi problem dimana mobilnya mendadak mati.
Hal tersebut dikarenakan beratnya lintasan yang harus dihadapi sehingga dongkrak yang ada di mobilnya terlempar dan mengenai kabel yang ada di dalam mobilnya. Butuh waktu lebih dari 15 menit bagi Rifat dan Scott untuk memperbaiki mobilnya hingga dirinya mampu melanjutkan lomba hingga finish di hari pertama di posisi paling buncit.
“Benar-benar reli yang sangat gila. Lintasan yang kami lalui cukup berat. Tapi sesuai yang saya bicarakan sejak awal bahwa ini adalah kali pertama bagi saya turun di ajang reli dunia. Saya tidak menargetkan apa-apa di kiprah perdana saya kecuali bisa menempuh garis finish. Karena itu lebih penting karena kami bisa mengukur terhadap tingkat realibility mobil yang saya gunakan dan juga fisik saya guna menghadapi seri selajutnya yang akan lebih berat,” ujar Rifat dalam surat elektroniknya, Senin (2/4).
Pada hari kedua dan ketiga reli Portugal, Rifat mampu menunjukkan skillnya setelah didukung peforma kendaraan Subaru Impreza WRX STR12 nya yang bagus dan lintasan yang dilalui cukup menantang. Rifat/Scott yang turun di kategori “ Rally Class” secara konsisten mampu bertengger di posisi antara 24 hingga 31 di masing-masing Special Stages (SS).
Di SS-18 hari ketiga yang mengambil lokasi di Santana de Serra 1 sepanjang 31.04 km yang merupakan SS terpanjang di reli Portugal ini, Rifat berhasil meningkatkan performanya dan berada diposisi 23 dengan waktu 26.34.4 detik. Rifat /Scott semakin membuktikan kehandalannya di mana ia berhasil mencapai posisi ke 18 di SS 19 Samboro dan menjadi tercepat dikelasnya.
“Di hari ketiga reli Portugal ini kendaraan kami dalam kondisi prima, rem berfungsi dengan baik, gear box juga sudah diganti ” ujar Rifat yang didukung juga oleh Bullocks tools dan DC.
Rifat kembali menjelaskan, memasuki hari keempat“kondisi lintasan yang dilaluinya terlihat lebih licin dibandingkan dengan lintasan di hari sebelumnya. “Karena beberapa bagian lintasan menjadi sempit dan banyak terdapat jalanan yang rusak dan masih tertutup lumpur,” ujarnya.
Di SS-21 didaerah perbukitan terjal – Santana de Serra 2 , hujan deras kembali mengguyur, sehingga lintasan menjadi semakin licin. Di tengah hujan deras dan lintasan yang panjang dan licin, rem kendaraan kembali tertutup lumpur dan tidak bekerja sempurna . Setelah melewati “blank corner”, dan langsung masuk tikungan kecil “tapal kuda” kendaraan tidak dapat direm dan kendaraan tergantung diatas jurang sedalam 30 meter.
“Scott langsung turun dari mobil untuk mendorong mobil kelintasan, tetapi dibawah gundukan mobil adalah jurang sedalam 30 meter lebih, sehingga butuh waktu selama 30 menit untuk bisa mengembalikan mobil kelintasan dan akhirnya SS 21 ditempuh dengan catatan waktu 1 jam.00.45 detik,” ujar Ria Sungkar, ibunda Rifat yang terus memonitor catatan waktu Rifat.
Memasuki SS-22 yang merupakan stage terakhir Rifat/Scoot tidak lagi memikirkan hasil catatan waktunya dalam empat hari reli sejauh 1564,26 kilometer. Yang penting target mencapai garis finish di reli dunia dipertarungan perdananya tercapai. “ Ada seribu pengalaman yang sangat berarti bagi kami,” ujar Rifat. Ranoe Nirawan




































