Kanalnews.co, BANDUNG- Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts mengaku trauma untuk melakukan persiapan kompetisi Liga 1 2021. Sebab, sudah berkali-kali kompetisi tak jadi digelar alias ditunda.

Pecinta sepakbola tanah air sempat mendapatkan angin segar setelah PT Liga Indonesia Baru (LIB) menjadwalkan Liga 1 diputar pada 9 Juli. Namun rencana itu batal terlaksana karena pemerintah menerapkan PPKM Darurat.

Kebijakan itu dibuat karena adanya lonjakan kasus Covid-19. Alhasil, hingga saat ini kompetisi belum jelas kapan akan dimulai.

“Tidak ada rencana yang kami persiapkan. Sudah ada banyak rencana dibuat sejak Maret tahun lalu. Kami beberapa kali membuat rencana baru. Orang-orang tidak mengerti bahwa sepakbola adalah membangun sesuatu, bukan hanya bicara tidak berhenti bermain 1,5 tahun lalu langsung melompat pada kesimpulannya,” ujar Robert Rene Alberts.

“Ini situasi yang kompleks, ini bukan hanya latihan sepak bola atau tidak bermain dalam waktu lama, pemain bereaksi dengan cara yang berbeda. Mereka memiliki situasi masing-masing di rumahnya. Jadi jika tidak ada Liga, sepak ola Indonesia dengan sendirinya tidak akan bertahan,” tambahnya.

“Jadi kami harus melanjutkan Liga ini, memastikan ini terus berlanjut. Pertanyaannya adalah, kenapa pihak otoritas masih menghentikan Liga. Yang mana di negara-negara lain di dunia sudah mulai menggulirkan lagi Liga dan olahraga profesional lainnya, itu yang menjadi isu besarnya.”

“Jika suara kami tidak didengar, orang-orang yang sehari-hari berkecimpung di sepakbola, tentu itu akan menjadi lebih rumit. Bahwa masyarakat di sini tidak siap untuk berdiskusi dan tidak terbuka mendengar masukan dari para pakar soal bagaimana mengimplementasikan sepak bola atau olahraga lain di bawah situasi tertentu. Di seluruh dunia, itu bisa diselesaikan dan itu yang menjadi pemikiran saya setiap saat,” katanya.

Menurut Robert Covid-19 Covid-19 sulit hilang dari Indonesia. Sebab, virus itu nampaknya akan menjadi endemik yang harus dihadapi bersama.

Oleh karena itu pelatih 65 tahun itu menilai semua harus berjalan seperti biasa, termasuk kompetisi. Dia berharap pemerintah bisa memberikan lampu hijau agar liga bisa digelar.

“Negara lain sudah mengambil tindakan untuk menangani ini, olahraga profesional masih bisa berlangsung meski ada COVID. Memang benar orang-orang bisa terpapar, karena COVID masih ada disana, orang masih bisa terpapar meskipun sudah melakukan segala macam upaya untuk melindungi diri dan tim.”

“Tapi semua harus menghadapinya, ini bagian dari situasi yang harus diterima. Sebagai atlet profesional dan orang yang berkecimpung di olahraga, kami paham apa yang dibutuhkan, disiplin dan mengukur kesehatan.”

“Kami sudah melakukan itu di turnamen yang dimana kami terpaksa untuk mengikutinya, Piala Menpora. Kami mengikuti protokol kesehatan dan izin akan diberikan. Tapi apa yang sudah kami jalankan sebagai profesional, mereka masih belum mengizinkan kami untuk memulai Liga. Orang-orang juga kembali kehilangan harapannya, kami orang-orang yang harus menderita, orang-orang yang hidup dari sepak bola dan punya tugas menghibur jutaan masyarakat. Mereka yang membuat industri olahraga ini,” katanya.