KANALNEWS.co, Jakarta – Djohar Arifin Husin mundur dari jabatannya sebagai anggota Dewan Kehormatan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pimpinan Ketua Umum La Nyalla Mattalitti setelah pemerintah tidak mengakui Kongres Luar Biasa (KLB) di Surabaya pada 18 April lalu.
Pada KLB PSSI yang berlangsung di Hotel Marriot Surabaya Jawa Timur itu, Djohar yang juga menjabat sebagai ketua umum PSSI periode 2011-2015, kembali mencalonkan diri untuk mempertahankan jabatannya. Namun dalam pemilihan yang diikuti oleh seluruh anggota PSSI itu Djohar memilih mengundurkan diri, dan pada akhirnya La Nyalla Matalitti terpilih sebagai ketua umum untuk masa bakti 2015-2019.
Meski ikut dalam kongres dan juga menyerahkan tongkat estafet ke penerusnya, namun Djohar Arifin mengaku mengerti pemerintah tidak mengakui PSSI usai bertemu Menpora Imam Nahrawi pada 23 Juni lalu.
“Oleh karena itu saya mengundurkan diri dari kepengurusan PSSI hasil KLB Surabaya sejak 24 Juni,” jelas Djohar, Rabu (1/7/2015).
Pengunduran dirinya disampaikan usai Djohar bertemu Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) beberapa waktu lalu. Di saat yang sama, Komite Etika PSSI juga mengancam akan memberi sanksi tegas pada Djohar akibat langkahnya menemui undangan Kemenpora tanpa komunikasi lebih dengan PSSI.
Menurut Djohar surat pengunduran dirinya telah diisampaikan langsung oleh staf ke sekretariat PSSI. Hanya, Djohar enggan menyebutkan kapan surat pengunduran dirinya dikirimkan kepada PSSI.
“Saya mengundurkan diri sebagai Ketua atau Anggota Kehormatan PSSI hasil Kongres Luar Biasa PSSI 2015 di Surabaya sejak 24 Juni 2015. Surat pengunduran diri sudah saya kirim kepada mereka (PSSI),” kata Djohar.
Djohar sendiri terancam sanksi dari Komite Etika PSSI. Tidak tanggung-tanggung hukumannya pun cukup berat yaitu berat berupa persona non grata atau diasingkan dari sepak bola Indonesia. (Herwan)





































