KANALNEWS.co, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengaku bangga dengan perjuangan yang telah ditunjukan oleh tim Thomas Indonesia meski pada babak final yang berlangsung di Stadion Bulu Tangkis Kunshan, China harus mengakui ketangguhan tim Denmark dengan skor 3-2.
“Kami tetap bangga. Jangan pernah ragukan kebanggaan kita pada Merah Putih. Apalagi perjuangan anak-anak kita sudah habis-habisan tadi di final Piala Thomas,” kata Menpora dalam keterangan yang diterima media, Minggu (22/5/2016) malam.
Menpora mengakui perjuangan Hendra Setiawan dan kawan-kawan sangat luar biasa bahkan harus jatuh bangun untuk meraih angka demi angka. Namun Imam mengakui, hasil di Kunshan itu harus menjadi pembelajaran penting dan kedepannya PBSI harus terus memantau atlet bulu tangkis Indonesia untuk terus diasaha serta memantau perkembangan bulu tangkis negara-negara lain.
“Secara teknis, kemampuan atlet bulu tangkis Indonesia luar biasa. Namun, sejak awal memang ada kelemahan terutama disektor tunggal putra,” katanya lebih lanjut.
Menpora berharap kedepannya Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia mampu memperbaiki kelemahan di sektor tunggal dengan mendorong pembinaan usia dini.
“Pencarian bibit usia dini berbakat mutlak harus dilakukan dari seluruh penjuru Tanah Air. PBSI sebagai induk organisasi harus jeli dan detail serta jangan memberi fokus pada klub-klub tertentu sehingga klub lain tidak punya tempat dipelatnas,” katanya menambahkan.
Dengan kekalahan ini juga memperpanjang rekor tanpa gelar Piala Thomas sejak 14 tahun lalu. Sebenarnya pada 2010 lalu tim Indonesia masuk final. Hanya saja dipartai puncak di Malaysia harus mengakui keunggulan China dengan skor telak 0-3.
Sementara itu bagi tim Denmark, kemenangan 3-2 atas tim Thomas Indonesia adalah sebuah sejarah karena kemenangan di Kunshan adalah yang pertama kali setelah sebelumnya delapan kali menjadi runner-up kejuaraan bulu tangkis beregu putra bergengsi di dunia ini. (Herwan)





































